Depok, 14 Juli 2025 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menerima kunjungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangka sosialisasi Program Degree by Research (DbR) dan Beasiswa Strategis Nasional LPDP Targeted.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Prof. Dr. Ir. Soemantri Brodjonegoro ini dihadiri oleh mahasiswa pascasarjana serta dosen dari berbagai program studi di lingkungan FMIPA UI.

Acara ini dibuka oleh Dr. Lukmanda Evan Lubis, M.Si., F.Med., Manajer Kerja Sama, Ventura, dan Hubungan Alumni FMIPA UI yang mewakili Dekan FMIPA UI, Prof. Dede Djuhana, Ph.D.
Dalam sambutannya, Dr. Evan menyampaikan apresiasi kepada BRIN atas inisiatif penyelenggaraan sosialisasi yang dinilai sangat penting bagi pengembangan kapasitas akademik dan riset sivitas akademika.
“Semoga melalui sosialisasi ini, para mahasiswa dan alumni dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kedua program tersebut, serta termotivasi untuk mempersiapkan diri secara matang, baik dari sisi akademik maupun administratif,” ujar Dr. Evan.
Ia juga menegaskan komitmen FMIPA UI untuk terus mendukung langkah sivitas akademika, dalam meraih pendidikan lebih tinggi, dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Sosialisasi ini menghadirkan sejumlah narasumber utama dari BRIN, yakni Dr. Maman Kartaman Ajiriyanto selaku Kepala Pusat Riset Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif, Dr. rer. biol. hum. Heru Prasetio sebagai Kepala Pusat Riset Teknologi Keselamatan Metrologi dan Mutu Nuklir, serta Dr. Ajeng Arum Sari, S.T., Direktur Manajemen Talenta BRIN.

Dalam sambutannya, Dr. Syaiful Bakhri, Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN, menjelaskan bahwa Program Degree by Research merupakan skema pembiayaan pendidikan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas talenta riset dan inovasi melalui kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap) yang terintegrasi dengan pendidikan formal pada jenjang magister (S2) dan doktoral (S3).
“Melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Indonesia, kami berharap kolaborasi riset semakin kuat. Mahasiswa tidak hanya menempuh pendidikan akademik, tetapi juga terlibat aktif dalam riset bersama BRIN,” ujarnya.
Dr. Maman dan Dr. Heru dalam paparannya menjelaskan tentang Nuclear Technology Research and Collaboration Program, sebuah inisiatif strategis dalam kerangka Program Teknologi Nuklir Nasional 2025–2029.
“Program ini menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia melalui skema beasiswa S3 dan postdoktoral, serta kerja sama riset pada tiga platform utama: Ilmu dan Teknologi Akselerator, Teknologi Reaktor dan Bahan Bakar Nuklir, serta Aplikasi Teknologi Nuklir lainnya,” ungkap Dr. Maman.
Kolaborasi juga diperluas melalui Platform Riset Bersama yang mencakup kunjungan dan pelatihan langsung (hands-on training), serta peluang kerja sama dengan peneliti tamu asing.

Dalam sesi berikutnya, Dr. Ajeng Arum Sari mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 1.488 mahasiswa dalam negeri yang telah menjadi penerima Program Degree by Research, dengan Universitas Indonesia tercatat sebagai institusi penerima terbanyak, yaitu 424 mahasiswa.
“DbR adalah peluang emas, manfaatkan kesempatan sebagai mahasiswa DbR untuk berkembang, sehingga menjadi talenta riset dan inovasi unggul untuk Indonesia maju,” tutur Ajeng.
Ia juga memperkenalkan Beasiswa Strategis Nasional BRIN–LPDP yang difokuskan pada empat bidang prioritas selama lima tahun ke depan, yaitu: Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Tingkat Lanjut (200 kandidat), Kelautan Dalam dan Maritim (30 kandidat), Teknologi Radiasi dan Nuklir (170 kandidat), serta Antariksa dan Dirgantara (100 kandidat).
Ajeng juga menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi yang efektif antara mahasiswa, co-promotor dari BRIN, serta promotor di perguruan tinggi dalam pelaksanaan skema DbR. Ia berharap para mahasiswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga mampu bekerja sama dalam tim, menggunakan fasilitas riset sesuai prosedur, serta aktif mengikuti program-program pengembangan diri.
Manajer Pendidikan FMIPA UI, Rika Tri Yunarti, S.Si., M.Eng., Ph.D., mengajak seluruh sivitas akademika untuk memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya.
“Kami mendorong mahasiswa dan dosen untuk menjadikan program-program ini sebagai jembatan dalam mengakses pembiayaan pendidikan sekaligus memperluas jaringan riset. Ini adalah peluang untuk menghasilkan penelitian yang berdampak dan relevan bagi kemajuan Indonesia,” ujar Rika.
Sebelumnya FMIPA UI juga telah menjalin kolaborasi riset dengan BRIN, yang melibatkan Pusat Administrasi Fakultas serta beberapa departemen, antara lain Matematika, Biologi, Geografi, dan Geosains.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang kokoh dalam mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional, demi mencetak peneliti unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.


