FMIPA UI dan PT PGAS Solution Selenggarakan Pelatihan Konservasi Keanekaragaman Hayati untuk Dukung Keberlanjutan Sektor Energi

July 15, 2025

Depok, 15 Juli 2025 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melalui Pusat Riset Biological Products and Services Provider Section (BIOPROSPECT), Unit Kerja Khusus – Lembaga Sains Terapan (UKK – LST), bekerja sama dengan PT PGAS Solution, anak perusahaan dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk., menyelenggarakan pelatihan bertajuk Konservasi dan Perlindungan Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang berlangsung pada 15–17 Juli 2025 di Kampus UI Depok.

Pelatihan ini diikuti oleh 13 peserta yang merupakan analis di bidang lingkungan dari PT Pertamina Gas  yang berasal dari berbagai area, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sumatera. Acara dibuka secara resmi oleh kepala UKK – LST Bapak Eko Waludi, S.T., M.Si, pada Selasa, 15 Juli 2025, di Gedung Laboratorium Riset Multidisiplin Pertamina FMIPA UI, Depok.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FMIPA UI, Prof. Dr. Tito Latif Indra, S.Si., M.Si., menekankan komitmen FMIPA UI dalam mendorong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), baik di tingkat universitas maupun nasional.

“Kami percaya bahwa membangun masa depan yang berkelanjutan memerlukan kolaborasi lintas sektor, transfer pengetahuan yang inklusif, serta penguatan kapasitas generasi muda yang peduli lingkungan,” ujar Prof. Tito.

Ia menilai pelatihan ini sebagai bentuk nyata dari misi tersebut, terutama dalam mendukung SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDGs 15 (Ekosistem Daratan), SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mewujudkan Tujuan).

Senada dengan Prof. Tito, Eko Waludi menyampaikan bahwa penguatan kapasitas dalam konservasi biodiversitas menjadi kunci dalam menjembatani antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan aksi nyata. Tantangan lingkungan yang semakin kompleks menuntut pendekatan interdisipliner dan kolaboratif.

“Tantangan lingkungan yang kompleks memerlukan pendekatan kolaboratif dari berbagai pihak. Kami berharap pelatihan ini bisa membantu peserta mengaplikasikan pengetahuan secara nyata di lapangan,” kata Eko.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Mega Atria, M.Si., menjelaskan bahwa selama tiga hari pelatihan, peserta akan dibimbing oleh pemateri yang merupakan dosen dari Departemen Biologi FMIPA UI. Peserta akan dibekali dengan materi mengenai konsep dasar biodiversitas dan konservasi, regulasi nasional dan internasional terkait perlindungan keanekaragaman hayati (termasuk SDGs dan IUCN), serta pemahaman tentang ekosistem hutan, pesisir, dan perairan.

Selain itu, pelatihan juga mencakup keterampilan identifikasi dan monitoring flora, fauna, serta habitat penting di sekitar wilayah operasi. Pendekatan ilmiah terbaru akan dikenalkan, termasuk teknologi molekuler, citizen science, pengetahuan ekologi lokal, dan pemodelan jasa ekosistem.

“Hari pertama dan kedua difokuskan pada pembekalan teori di Gedung Laboratorium Riset Multidisiplin FMIPA UI – PT Pertamina, sementara hari ketiga dilaksanakan praktikum dan pengamatan lapangan di Laboratorium Departemen Biologi serta Hutan Kota UI,” tutur Dr. Mega.

Kegiatan lapangan, lanjutnya, mencakup inventarisasi burung, analisis vegetasi, koleksi dan preservasi tumbuhan, pengukuran emisi karbon dari tanah dan pohon, monitoring keanekaragaman hayati perairan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Samuel Endrico, S.H., M.H., Department Head Learning and Development PT PGAS Solution, yang memberikan dukungan penuh atas inisiatif penguatan kapasitas SDM dalam bidang konservasi lingkungan.

Melalui pelatihan ini, FMIPA UI dan PT PGAS Solution berharap dapat mendorong integrasi prinsip keberlanjutan dalam kegiatan industri energi, serta memperkuat peran akademisi dan praktisi dalam melindungi keanekaragaman hayati Indonesia.

Bagikan ini ke:
Berita Lainnya
Berita

General Lecture by Prof. Ryota Nagasawa

On March 4th 2020 Prof. Ryota Nagasawa, P.hD from Department of Life and Environmental Agricultural Sciences, Tottori University Japan conducted a guest lecture on Remote Sensing for Geography or Landscape