Prof. Dr. Eng. Yunus Daud, Dipl.Geotherm.Tech., M.Sc. Guru Besar Bidang Ilmu Geotermal Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), menerima Lifetime Achievement Award dalam ajang Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2025. Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya selama lebih dari tiga dekade dalam pengembangan energi panas bumi di Indonesia dan dunia.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Panitia IIGCE 2025, Ismoyo Argo, dalam acara yang digelar di Jakarta International Convention Center, pada Rabu (17/9/2025). Ismoyo menyebut Prof. Yunus sebagai “inspirasi besar bagi perkembangan energi terbarukan di Indonesia.”
“Penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi menjadi semangat baru untuk terus membina generasi muda dan mendorong kemajuan riset geothermal di Indonesia. Kami sangat bersyukur atas anugerah ini, dan insya Allah ini akan menjadi penyemangat untuk terus berkarya bagi UI dan bangsa,” ujar Prof. Yunus dalam wawancara bersama Humas FMIPA UI.
Tiga Dekade Dedikasi untuk Geotermal
Prof. Yunus dikenal luas sebagai tokoh penting dalam riset dan pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Ia terlibat dalam lebih dari 50 proyek eksplorasi geotermal dengan kapasitas temuan energi mencapai sekitar 3.000 megawatt (MW). Tak hanya di bidang akademik, kiprahnya juga mencakup peran strategis di sektor industri dan kebijakan energi.
Dalam perjalanan panjangnya, Prof. Yunus tak hanya fokus pada kuantitas proyek, tetapi juga kualitas pendekatan ilmiah yang digunakan. Ia dikenal gigih mendorong penerapan metode eksplorasi berbasis data dan teknologi terkini untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi di lapangan.
“Bersama tim, kami juga berhasil memperkenalkan dan mengembangkan beberapa pendekatan teknologi advanced reservoir imaging di Indonesia, termasuk joint interpretation data geosains, yang membantu meningkatkan akurasi eksplorasi dan mengurangi risiko pengeboran,” tambah Prof. Yunus, menyoroti pentingnya inovasi dalam menjawab tantangan eksplorasi geotermal yang kompleks.
Bangun Fondasi Akademik dan Riset Geotermal
Salah satu capaian signifikan Prof. Yunus adalah pendirian Pusat Riset Geotermal UI, yang kini menjadi salah satu pusat unggulan di Asia Tenggara. Melalui pusat ini, FMIPA UI berperan aktif dalam mencetak tenaga ahli, mengembangkan teknologi eksplorasi, serta memperkuat jejaring riset di tingkat nasional dan internasional.
Dalam 10 tahun terakhir, Prof. Yunus melihat perkembangan riset geothermal di Universitas Indonesia tumbuh dengan sangat signifikan. Dari yang awalnya hanya berupa kelompok kecil dengan fasilitas terbatas, kini UI telah memiliki pusat riset yang lebih mapan, jejaring kolaborasi internasional yang luas, serta akses yang lebih baik terhadap data dan teknologi. Perubahan ini mempercepat kemajuan riset dan memperkuat posisi UI sebagai motor penggerak dalam pengembangan energi geotermal nasional.
“Bagi saya, perkembangan ini menunjukkan bahwa dengan komitmen jangka panjang dan dukungan dari berbagai pihak, kampus bisa menjadi motor penting bagi pengembangan ilmu dan teknologi geothermal di Indonesia,” ujarnya.
Bukan Sekadar Ilmuwan, Tapi Arsitek Masa Depan Energi Indonesia
Dekan FMIPA UI, Prof. Dede Djuhana, Ph.D., turut menyampaikan apresiasi atas pencapaian gemilang yang diraih oleh Prof. Yunus. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi FMIPA UI, tetapi juga menjadi penanda penting peran sivitas akademika dalam membangun masa depan energi Indonesia.
“Prof. Yunus bukan hanya ilmuwan inspiratif bagi FMIPA UI, tetapi juga tokoh penting dalam penguatan kapasitas SDM dan riset geotermal di Indonesia. Beliau bisa dikatakan sebagai arsitek masa depan energi Indonesia karena kontribusinya dalam merancang fondasi transisi energi nasional berbasis riset dan inovasi,” ujar Prof. Dede.
Lebih lanjut, Prof. Dede mengatakan bahwa penghargaan yang diraih Prof. Yunus mencerminkan kiprah nyata FMIPA UI dalam mendukung agenda strategis nasional.
“Kami bangga atas penghargaan ini, yang juga mencerminkan kontribusi nyata FMIPA UI dalam mendorong kemandirian energi nasional,” ujarnya.
Kolaborasi dan Inovasi di Tengah Tantangan
Dalam perjalanannya, Prof. Yunus tidak lepas dari berbagai tantangan—mulai dari keterbatasan infrastruktur, pendanaan, hingga minimnya data eksplorasi. Namun hal ini justru mendorong lahirnya kolaborasi lintas sektor.
“Riset tidak akan berdampak tanpa dukungan industri, dan industri tidak akan berkembang tanpa riset mutakhir. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha adalah kunci,” tegasnya.
Indonesia, Raksasa Geotermal Dunia
Indonesia saat ini berada di peringkat kedua dunia dalam kapasitas terpasang geotermal, dengan potensi sumber daya mencapai sekitar 23 GW—sekitar 40 persen dari total potensi global. Namun, Prof. Yunus menekankan bahwa tantangan non-teknis seperti regulasi, perizinan, dan pembiayaan masih menjadi hambatan besar.
“Indonesia adalah raksasa yang sedang bangkit. Kita tidak boleh hanya puas sebagai pemilik cadangan terbesar, tetapi harus menjadi pemimpin dalam pemanfaatan energi geothermal yang berkelanjutan,” ujarnya.
150 Publikasi, 8 Paten, dan Kiprah Internasional
Sepanjang kariernya, Prof. Yunus telah menulis lebih dari 150 publikasi ilmiah dan mengantongi delapan paten di bidang teknologi eksplorasi geotermal. Ia juga aktif dalam berbagai forum internasional seperti World Geothermal Congress, proyek GEOCAP Indonesia–Belanda, dan kerja sama kawasan IMT-GT (Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle).
Geotermal Adalah Misi Peradaban: Pesan untuk Generasi Muda
Menutup sesi wawancara, Prof. Yunus menyampaikan harapan besar kepada generasi muda Indonesia untuk melihat energi geotermal sebagai bagian dari perjuangan membangun peradaban.
“Jangan lihat geothermal hanya sebagai bidang teknis, tapi sebagai misi peradaban. Bangun masa depan energi Indonesia yang bersih, berkelanjutan, dan berdaulat. Kalian bisa jadi pionir global,” pungkasnya.
Tentang IIGCE
Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) merupakan konferensi dan pameran tahunan terbesar di sektor energi panas bumi di Indonesia, yang diselenggarakan oleh Indonesia Geothermal Association (INAGA). Acara ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan—pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga mitra global—untuk mendorong pengembangan energi bersih dan berkelanjutan.