Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19 Nasional, FMIPA UI Gelar Seminar Bagi Guru-Guru SMA Se-Indonesia

January 28, 2021

Seminar Bagi Guru-Guru SMA Se-Indonesia

FMIPA UI melalui Departemen Biologi menyelenggarakan seminar daring (webinar) bertemakan Vaksin dan Vaksinasi pada Selasa (26/1). Seminar ini merupakan salah satu bentuk program pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan untuk menyukseskan Program Vaksinasi Covid-19 Nasional. Program Vaknisasi tersebut telah resmi dimulai oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (13/1), dimana Presiden RI menjadi orang pertama yang disuntikkan vaksin Sinovac di Istana Negara.

Dimoderatori oleh Dr. Ratna Yuniati, M.Si selaku Manajer Pendidikan FMIPA UI, Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Drs. Iman Santoso, M. Phil. yang merupakan ahli mikrobiologi sekaligus dosen Departemen Biologi FMIPA UI, Sabar Pambudi, Ph. D. peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Dr. Latri Rahmah peneliti di PT. Bio Farma, dan dihadiri oleh 300 peserta yang merupakan para guru Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Indonesia.

Drs. Iman Santoso, M. Phil. dalam paparannya menjelaskan pengertian vaksin dan cara kerjanya. Vaksin, menurut Dr. Iman pertama adalah bibit penyakit yang dilemahkan, tapi itu, kata Dr. Iman, merupakan definisi sebelumnya. Kini, vaksin didefinisikan sebagai zat yang sengaja dibuat untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh dari penyakit tertentu, sehingga bisa mencegah seseorang terjangkit dari penyakit tertentu tersebut. Cara vaksinasi, atau tindakan memasukkan vaksin ke dalam tubuh bisa melalui injeksinatau suntik, oral, maupun intranasal agar menghasilkan kekebalan penyakit tertentu.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa tujuan vaksinasi nasional adalah untuk membangkitkan atau merangsang sistem imun dalam rangka membentuk herd immunity. Ia menegaskan bahwa vaksin tersebut aman, dan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut menyukseskan program vaksinasi Covid-19 sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah, sekaligus tenaga kesehatan yang berjuang di garda depan dalam menyelamatkan pasien dari jangkitan Covid-19.

Sementara itu, Sabar Pambudi, PhD. dalam materinya menjelaskan tentang teknologi yang digunakan dalam pengembangan vaksin Covid-19. Teknologi tersebut menurutnya harus mampu menyimpan vaksin dengan suhu -20°C, karena Vaksin biasanya akan rusak apabila disimpan pada suhu tersebut. Misalnya saja Vaksin Pfizer dan Moderna, kedua vaksin ini merupakan vaksin jenis mRNA, yang akan rusak apabila disimpan pada suhu yang kurang tepat karena sifat ketidakstabilan RNA.

Dr. Latri Rahmah menjelaskan tahapan-tahapan dalam penelitian hingga produksi vaksin. Ia menyebut ada delapan tahapan dalam penelitian vaksin untuk dapat digunakan oleh masyarakat luas. Tahapan pernama yakni exploratory atau proses identifikasi antigen yang digunakan, berlanjut ke tahap observasi vaccine candidate design dan vaccine characterization. Tahapan selanjutnya yaitu uji preclinical study yang umumnya dilakukan uji coba ke hewan, lalu dilanjutkan ke tahapan pilot scale manufacturing.

Setelah itu, berlanjut ke tahanp clinical development yang terbagi menjadi tiga fase (fase I, fase II, dan fase III), lalu regulatory approval yang merupakan tahap mempersiapkan dokumen atau data sebelum diproduksi dalam jumlah yang besar, dan tahap akhir yaitu commercial manufacturing. Selain itu, Latri juga menjelaskan bahwa vaksin yang dapat dijual harus memiliki sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik).

Seminar daring ini kemudian ditutup dengan sesi tanya – jawab oleh ketiga narasumber dengan para peserta.

Bagikan ini ke:
Berita Lainnya
Berita

General Lecture by Prof. Ryota Nagasawa

On March 4th 2020 Prof. Ryota Nagasawa, P.hD from Department of Life and Environmental Agricultural Sciences, Tottori University Japan conducted a guest lecture on Remote Sensing for Geography or Landscape