Sains untuk Pembangunan: Kolaborasi FMIPA UI dalam Ekspedisi Patriot Kawasan Transmigrasi

August 29, 2025

Sejumlah peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), turut mengambil peran dalam program nasional Ekspedisi Patriot Kawasan Transmigrasi, yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia.

Keterlibatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata FMIPA UI dalam mendorong pembangunan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis industrialisasi, hilirisasi, dan investasi.

Tim peneliti FMIPA UI tergabung dalam tim kajian dua, yang bertugas merumuskan strategi pengembangan jangka pendek, menengah, dan panjang untuk komoditas unggulan di tiap lokasi transmigrasi.

Mereka juga berperan dalam membangun ekosistem bisnis, mengembangkan korporasi masyarakat, meningkatkan kapasitas kelembagaan ekonomi dan sumber daya manusia (SDM) lokal, serta mempercepat hilirisasi produk unggulan daerah.

Para peneliti yang terlibat berasal dari dua departemen di FMIPA UI, yakni Biologi dan Geografi. Dari Departemen Biologi, tercatat lima nama: Prof. Anom Bowolaksono, Ph.D., Prof. Dr.rer.nat. Mufti P. Patria, Dr. Mega Atria, M.Si., Dr. Dian Hendrayanti, M.Sc., dan Dr. rer. nat. Yasman.

Sementara dari Departemen Geografi, turut bergabung Dr. Eko Kusratmoko, M.S., Prof. Dr. Dewi Susiloningtyas, M.Si., Dr. Hafid Setiadi, M.T., Dr. Tjiong Giok Pin, M.Si., dan Iqbal Putut Ash Shidiq, M.Sc., Ph.D.

Kolaborasi lintas disiplin juga melibatkan dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Rr. Ratih Dyah Kusumastuti, Ph.D.

Dekan FMIPA UI, Prof. Dede Djuhana, Ph.D., menyatakan bahwa partisipasi sivitas akademika dalam program ini merupakan bentuk kontribusi ilmu pengetahuan dalam mendukung transformasi kawasan transmigrasi.

“Kami yakin bahwa pendekatan berbasis riset dan data merupakan kunci dalam merancang pengembangan wilayah yang inklusif, berkelanjutan, dan sesuai dengan potensi lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran akademisi di lapangan diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan nasional yang lebih berbasis bukti (evidence-based policy).

Ekspedisi Patriot dimulai pada 13 Agustus dan akan berlangsung hingga 12 Desember 2025. UI mengirimkan sebanyak 285 peserta, terdiri dari 57 ketua tim, 108 alumni, dan 120 mahasiswa. Mereka akan ditempatkan di 37 lokasi transmigrasi di seluruh Indonesia.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh peserta mengikuti sesi pembekalan pada 24–25 Agustus 2025 di Balai Kartini, Jakarta, yang turut diisi oleh sejumlah Ministerial Lecture dari pejabat tinggi negara.

Kawasan transmigrasi yang menjadi lokasi ekspedisi memiliki potensi ekonomi yang beragam, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga industri pengolahan. Pemerintah menargetkan program ini sebagai langkah strategis dalam membentuk pusat-pusat ekonomi baru yang terintegrasi dengan pembangunan nasional.

Prof. Anom Bowolaksono, Ph.D., menegaskan pentingnya pendekatan ilmiah dalam pelaksanaan program ini.

“Dengan riset yang kuat dan kolaborasi antarbidang, kita bisa memastikan bahwa pengembangan kawasan berjalan secara berkelanjutan dan benar-benar memberdayakan masyarakat lokal,” kata Prof. Anom.

Program Ekspedisi Patriot merupakan agenda strategis Kementerian Transmigrasi yang melibatkan mahasiswa, alumni, peneliti, dan profesional dari berbagai bidang. Inisiatif ini bertujuan memetakan potensi ekonomi di 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia dan melahirkan model pengembangan berbasis sains, inovasi, serta pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.

 Post Views: 113

Bagikan ini ke:
Berita Lainnya
Berita

General Lecture by Prof. Ryota Nagasawa

On March 4th 2020 Prof. Ryota Nagasawa, P.hD from Department of Life and Environmental Agricultural Sciences, Tottori University Japan conducted a guest lecture on Remote Sensing for Geography or Landscape