Kurikulum

Kurikulum Program Studi S1

Program Studi Sarjana pada Departemen Geografi FMIPA-UI merancang kurikulum guna membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan ketrampilan agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi  pembangunan.  Perancangan kurikulum tidak terlepas dari domain utama ilmu geografi yang mencakup:

  1. Perspektif keruangan (spatial perspective)
  2. Keterkaitan antara manusia dan lingkungan alam
  3. Pemahaman terhadap faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya perbedaan dan persamaan antar bagian permukaan bumi.

Secara khusus, tujuan akhir yang ingin dicapai adalah agar para  mahasiswa mampu memberikan “scientific judgment” pada terhadap fakta wilayah sehingga dapat menyajikan penjelasan yang terintegrasi (integrated understanding) berdasarkan pendekatan regional mengenai permukaan bumi dalam kaitannya dengan proses-proses fisik dan sosial.  Berdasarkan hal di atas, proses pembelajaran geografi mencakup

  1. Pengetahuan tentang konsep dasar dan tema utama ilmu geografi, termasuk sejarah kemunculan dan perkembangan
  2. Pengetahuan tentang sistem/proses fisik dan sosial yang mempengaruhi karakter permukaan bumi
  3. Pengetahuan tentang keterkaitan antara sistem/proses fisik dan sosial, termasuk pengaruhnya terhadap kehidupan manusia.
  4. Pengetahuan tentang teknik dan metode geografis dalam hal perumusan masalah, pengumpulan data, mengolah data, mengorganisir informasi, menganalisis informasi, dan menemukan solusi atau jawaban atas masalah.
  5. Pengetahuan tentang penerapan ilmu geografi untuk memahami masa lalu, mengintepretasikan masa sekarang, dan merencanakan masa depan.

Sistem pendidikan di Departemen Geografi FMIPA-UI sebagai mana lazimnya perguruan tinggi di Indonesia menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS). Untuk memperoleh gelar Sarjana Sains (S.Si), setiap mahasiswa diwajibkan memperoleh minimal 144 satuan kredit semester (sks) dan maksimal 160 sks serta lulus semua mata kuliah wajib Universitas, Rumpun Ilmu, Fakultas, dan Program Studi.  Proses perkuliahan ditempuh dalam waktu 8 semester (4 tahun) termasuk kuliah kerja lapang dan penyusunan skripsi/tugas akhir.  Adapun lama belajar maksimal yang diijinkan adalah 12 semester (6 tahun). Bagi mahasiswa yang berprestasi, dimungkinkan untuk lulus dalam waktu 7 semester (3,5 tahun).

Kurikulum pendidikan pada Program Studi Sarjana Geografi terdiri dari beberapa mata kuliah yang dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  1. MK Wajib Universitas (18 sks) merupakan kumpulan dari mata kuliah yang diselenggarakan oleh Universitas dan wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Mata kuliah Universitas disebut juga dengan mata kuliah PDPT (Pendidikan Dasar Perguruan Tinggi) yang termasuk dalam kelompok Pembentuk Kepribadian (MPK). PDPT meliputi mata kuliah MPKT A (6 sks), MPKT B (6 sks), MPK Agama (2 sks), MPK Bahasa Inggris (3 sks), dan MPK Seni & Olahraga (1 sks).
  2. MK Wajib Rumpun Ilmu (2 sks), adalah kumpulan yang menjadi ciri dari rumpun keilmuan Sains dan Teknologi yang menaungi pendidikan geografi di Universitas Indonesia. Mata kuliah yang termasuk dalam kelompok ini adalah Matematika Dasar 1 sebanyak 2
  3. MK Wajib Fakultas (10 sks), adalah kumpulan dari mata kuliah yang dikelola oleh Fakultas dan wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Geografi UI. Mata kuliah fakultas yang menyajikan dasar pengetahuan dan pemahaman ilmiah sesuai dengan karakteristik ilmu-ilmu dasar (basic science), terdiri dari Fisika Dasar (2 sks), Kimia Dasar 1 (2 sks), Aljabar Linear Elementer (2 sks), Metode Statistik (2 sks), dan Biologi Umum (2 sks)
  4. MK Wajib Program Studi (80 sks dan 6 sks skripsi) adalah kumpulan dari mata kuliah yang menjadi ciri khas pendidikan dan keilmuan geografi di Universitas Indonesia. Kelompok mata kuliah terdiri dari beberapa mata kuliah dasar yang membahas konsep dasar dan kedudukan ilmu geografi dalam dunia ilmiah, unsur-unsur utama pembentuk karakter permukaan bumi, serta prinsip-prinsip penyajian informasi keruangan. Selain itu juga terdapat beberapa mata yang akan memberikan bekal pengetahuan dan keahlian ilmu geografi pada tingkat lanjut. 
  5. MK Pilihan adalah kumpulan dari mata kuliah yang mempersiapkan mahasiswa pada kompetensi yang sesuai dengan minat mereka masing-masing. Untuk memenuhi syarat kelululsan, mahasiswa cukup mengambil 29 sks mata kuliah pilihan dari total 110 sks yang ditawarkan. Mata kuliah pilihan terbagi atas Geografi Fisik (42 sks), Geografi Manusia (40 sks), dan Sistem Informasi Geografis/Penginderaan Jauh (28 sks)

Mata Kuliah Wajib Universitas

Mata Kuliah Wajib Rumpun Ilmu

Mata Kuliah Wajib Fakultas

Mata Kuliah Wajib Prodi

Kode: SCGE601001 (3 sks)

Mahasiswa  mampu  memahami  dan  menjelaskan  sejarah  perkembangan ilmu  geografi,  konsep  dan  tema  dasar  ilmu   geografi,  karakteristik pendekatan geografi, serta penerapan ilmu geografi dalam kehidupan. Menjelaskan pengertian dan definisi Ilmu  Geografi, Gejala Keruangan, Penyusunan  Substansi  Geografi,  Pendekatan  dalam  Geografi,  Metode Analisis Geografi, Pemanfaatan Teknologi dalam Ilmu Geografi

–   Gaudarten, P. (2000): Mastering Geography. London.

–   Getis, A. et.al. (2006): Introduction to Geography. McGraw Hill. New York.

–   Hagget  P.  (2001):  Geography,  A  Global  Synthesis.  Prentice  Hall. London.

–   Matthew,  J.A.  &  D.T.  Herbert.(  2008):  Geography,  A  Very  Short

-Introduction. New York: Oxford University Press.

– Sandy,  I.M.  (1979):  Esensi  Geografi.  Jurusan  Geografi  FMIPA-UI. Jakarta.

Kode: SCGE601013 (2 sks)

Mahasiswa mampu membaca berbagai unsur dalam peta, menganalisis isi peta sesuai dengan persyaratan dan kaidah kartografi, serta mampu melakukan interpretasi berbagai informasi geografi. Pengertian kartografi, peta atlas dan kartografi, sejarah kartografi, fungsi peta, persyaratan peta, unsur-unsur peta kontur, simbol, skala proyeksi peta, nama-nama geografi, sumber data, membaca peta. 

 – Dent, Bordent D. (1996). Cartography: Thematic and Map Design. W.C. Brown Publishers London

– Kraak & Ormeling (2007): Cartography: Visualization of Geospatial Data, Pearson Education Ltd, Thematic and Map Design. W.C. Brown Publishers London.

– Sandy, I.M. (1988): Esensi Kartografi. Jurusan Geografi FMIPA UI. Jakarta.

Kode: SCGE601014 (1 sks)

Mahasiswa mampu menggambar peta dengan benar dan melaksanakan prosedur pembuatan peta; Dasar-dasar keterampilan penggambaran peta yang meliputi penggunaan skala, grid, proyeksi peta, pemilihan simbol, warna, dan huruf, serta pemahaman peta topografi, pembuatan profil dan penggunaan peralatan kartografi.

 – Dent, Bordent D. (1996). Cartography: Thematic and Map Design. W.C. Brown Publishers London

– Kraak & Ormeling (2007): Cartography: Visualization of Geospatial Data, Pearson Education Ltd, Thematic and Map Design. W.C. Brown Publishers London.

– Sandy, I.M. (1988): Esensi Kartografi. Jurusan Geografi FMIPA UI. Jakarta.

Kode: SCGE601015 (4 sks)

Mahasiswa mampu mengetahui konsep survey (pemetaan) dan menghasilkan peta, mulai perencanaan survey pemetaan, menentukan sumber data, teknik pengumpulan data, mengolah data, ploting data sampai dengan memetakan data baik secara manual maupun digital; Memberikan penekanan pada pemahaman tentang jenis dan sumber data, datum, survey teresterial, data Global Positioning System (GPS), citra, data foto udara, penyajian data dengan desain peta dalam bentuk manual maupun peta digital.

 – Keats, D. (2001): Cartographic Desain and Production, John Wileys & Sons. London.

– Supriatna (2001): Sistem Informasi Geografis. Dept. Geografi FMIPA UI

– Sandy, I.M. 1988. Peta Topografi dan Penggunaannya, Jurusan Geografi FMIPA UI. Jakarta

– Philip C. & M. Juliana (1992). Map Use: Reading, Analysis, Interpretation. JP Publications, Madison, Winconsin, USA

– Abidin, H. Z. (1995): Survey dengan GPS. Pradya Paramita, Jakarta

– Abidin, H.Z. (1995): Penentuan Posisi dengan GPS dan aplikasinya. Pradya Paramita, Jakarta

– Frick, H. (1979): Alat Ukur Tanah dan Penggunaannya. Yayasan Kanisius, Senopati, Yogyakarta

– Geodesi, ITB (1995): Ilmu Ukur Tanah I, Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Kode: SCGE602020 (4 sks)

Mahasiswa mampu menjelaskan perbedaan atau persamaan bentuk muka bumi di suatu wilayah serta mampu menjelaskannnya melalui analisis yang sistematik tentang proses-proses gemomorfologi yang terjadi. Memberikan penekanan pada diskusi berbagai macam bentukan muka bumi dan proses terbentuknya, dengan cakupan kajian tentang kerak bumi dan lempeng tektonik; batuan dan mineral; bentukan struktural, bentukan hasil pelapukan, bentukan hasil pengikisan, dan bentukan hasil pengendapan, serta proses geomorfologi yang terjadi saat ini sebagai dampak dari aktivitas manusia.

– Huggett, Richard J. (2007): Fundamental of Geomorphology. 2nd Edition. Routledge, London.

– Leeder, M. (2006): Physical Process in Earth and Environmental Sciences. Blackwell. USA

– Strahler, A and A. Strahler. (2003): Introducing Physical Geography. John Wiley and Sohn, Third Edition, New York

– Thomas, D.S.G & A. Goudie (2000): The Dictionary of Physical Geography. 3rd Edition. Blackwell Publ.

Kode: SCGE602021 (1 sks)

Mahasiswa mampu mengenali dan mengelompokkan bentuk muka bumi dan proses pembentukannya melalui pemanfaatan peta, citra satelit dan identifikasi di lapang. Memberikan penekanan pada pemanfaatan peta topografi dan citra satelit/foto udara untuk melakukan identifikai bentukan muka bumi dan verifikasi di lapangan. Pembahasan akan mencakup praktek pengenalan elemen fisik permukaan bumi, identifikasi bentuk-bentuk fisik, identifikasi bentang alam, dan interpretasi terhadap proses pembentukannya.

Referensi : – Djamang L, Sarwa A, I.M. Sandy. (1993): Geomorfologi Terapan. Jurusan Geografi FMIPA –UI. Depok.

– Leeder, M. (2006): Physical Process in Earth and Environmental Sciences. Blackwell. USA

– Strahler, A and A. Strahler. (2003): Introducing Physical Geography. John Wiley and Sohn, Third Edition, New York

– Strahler, A & A. Strahler (2004): Laboratory manual for physical Geography. John Wiley and Sons.

Kode: SCGE602008 (1 sks)

Mahasiswa mampu mempraktekan materi statistik untuk data geografi dengan menggunakan program komputer statistik, sehingga dapat menginterpretasikan output yang diperoleh. Menekankan pada praktek mengolah data geografi dengan program komputer statistik. Mulai dari cara memilah data, memasukkan data, mengolahnya sampai hasil. Materi praktek meliputi distribusi frekuensi, nilai pusat, dispersi, terapan probabilitas, terapan distribusi frekuensi, terapan pendugaan parameter.

– Walford, N, (1994): Geographical Data Analysis. John Wiley & Sons, Singapore.

– Hasan, M. I. (2003): Pokok-Pokok Materi Statistik 1 dan 2. Bumi Aksara, Jakarta.

– Santoso s, Fandy Tjiptono, (2006): Riset Pemasaran, Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. PT Alex Media Komputindo, Jakarta.

Kode: SCGE602016 (2 sks)

Mahasiswa mampu menjelaskan sistem perangkat konsep dan teknik interpretasi citra digital secara digital, serta mampu melakukan análisis dari hasil interpretasi citra digital. Memberikan kajian tentang dasar-dasar fisika PJ; sensor platform satelit PJ; sistem PJ; penyajian data sumber dan jenis data; pengenalan citra, aplikasi penginderaan jauh; dasar-dasar pengolahan citra; metode intepretasi citra; klasifikasi citra; metode uji ketelitian; interpretasi tutupan lahan; interpretasi perairan.

– Lillesand and Kiefer (1994): Remote Sensing and Interpretation: third edition John Wiley and Sonns Inc. New York.

– Purwadhi, Sri Hardiyanti (2001): Interpretasi Citra Dijital. Grasindo Jakarta.

Kode: SCGE602017 (1 sks)

Mahasiswa mampu mempraktekkan penggunaan hardware dan software sesuai dengan prinsip dasar interpretasi citra dijital serta mengolah dan menggunakan hasil interpretasi tersebut sebagai salah satu bentuk informasi keruangan. Mata kuliah praktikum ini akan mencakup pengolahan data dijital; penajaman citra; estimasi kesalahan hasil proses; pengelompokkan data; analisis cluster; penggunaan metode klasifikasi; uji ketelitian; dan konfigurasi dengan Sistim Informasi Geografis.

– Lillesand and Kiefer (1994): Remote Sensing and Interpretation: third edition John Wiley and Sonns Inc. New York.

– Purwadhi, Sri Hardiyanti (2001): Interpretasi Citra Dijital. Grasindo Jakarta.

Kode: SCGE602024 (4 sks)

Mahasiswa mampu menganalisis interaksi antar manusia, interaksi antar Tempat, serta interaksi antara manusia dan tempat. Memberikan penekanan pada diskusi tentang human process, dengan cakupan bahasan tentang peranan manusia baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya dalam membentuk variasi ruang mukabumi. Selain itu juga akan mendiskusikan respon manusia terhadap kondisi lingkungan fisik baik di perdesaan maupun di perkotaan yang terwujud dalam berbagai aktivitas kehidupan seperti permukiman, pertanian, perdagangan, industri, dan mobilitas penduduk.

– De Blij, H.J. (1998): Human Geography: Culture, Society, and Space. New York: John Wiley and Sons.

– Matthew, J.A. & D.T. Herbert.( 2008): Geography, A Very Short Introduction. New York: Oxford University Press.

– Hagget , P. (2001): Geography, A Global Synthesis. Edinburgh Gate: Pearson Education Limited.

Kode: SCGE602020 (4 sks)

Mahasiswa mampu melakukan analisis tentang perbedaan dan persamaan dinamika klimatologi dan proses hidrologi di wilayah tropis. Memberikan diskusi tentang berbagai macam gejala dan proses (dinamika ) meteorology dan klimatologi serta hubungannya dengan proses hidrologi, dengan cakupan bahasan tentang atmosfer; unsur-unsur cuaca/ilklim mencakup sebaran waktu dan spasial; siklus hidrologi dan komponen hidrologi; hubungan antara proses meteorologi dan proses hidrologi di suatu daerah; pengaruh dampak aktivitas manusia terhadap dinamika meteorologi dan proses hidrologi.

– Davie, T. (2008): Fundamental of Hydrology. Routledge. 2nd Edition.

– Newson, M. (1994): Hydrology and the River Environment. Oxford Univ. Press.

– Ward, R. C. & M. Robinson (1990): Principles of Hydrology. McGraw Hill Int. Edit.

– Wanielista, M. P. (1990): Hydrology and Water Quantity Control. John Wiley & Sons.

– Reynolds, R. (2004): Guide to the Weather. Philips. New York.

– Thompson, R.D. (1998): Atmospheric Processes and Systems. Routledge. London.

Kode: SCGE602021 (1 sks)

Mampu menyajikan data cuaca, iklim,dan hidrologi yang disediakan dan data hasil pengukuran sendiri, dalam bentuk tabel, grafik, dan peta. Pengenalan peralatan pengamatan cuaca dan hidrologi, pengolahan data cuaca dari data yang tersedia, pengukuran komponen hidrologi (debit aliran, infiltrasi) dan kualitas air.

– Strahler, A & A. Strahler (2004): Laboratory manual for physical Geography. John Wiley and Sons.

– Ward, R. C. & M. Robinson (1990): Principles of Hydrology. McGraw Hill Int. Edit.

– Wanielista, M. P. (1990): Hydrology and Water Quantity Control. John Wiley & Sons.

– Reynolds, R. (2004): Guide to the Weather. Philips. New York.

– Thompson, R.D. (1998): Atmospheric Processes and Systems. Routledge. London.

Kode: SCGE602002 (2 sks)

Mahasiswa mampu memahami, menjelaskan, dan menerapkan berbagai prinsip dan konsep ekologi dalam pengelolaan lingkungan. Konsep dasar dan prinsip ekologi; sistem ekologi; ekologi manusia; ekologi wilayah; dampak pembangunan; perubahan dan kerusakan ekologi; konservasi; prinsip pendekatan ekologi dalam pembangunan.

– Pickering, K.T. (1997): An Introduction to Global Environmental Issues. Routledge.

– Salim, E. tt. Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Ekonomi Lingkungan: Pokok-pokok Pikiran Kuliah Emil Salim Tahun Akademik 1998-1999-2000. PPS UI. Jakarta.

– Soeriatmadja, R.E. (1998): Asas Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup. LP ITB, Bandung.

– Soerjani, M. (1997). Pembangunan dan Lingkungan. IPPL. Jakarta.

Kode: SCGE602003 (2 sks)

Mahasiswa mampu menggunakan peta geologi, topografi dan foto udara, citra satelit dan sarana informasi lainnya untuk mengidentifikasi karakteristik fenomena fisik dan social ekonomi di suatu wilayah; serta mampu menyajikannya secara sistimatis baik secara tertulis, lisan maupun dalam bentuk peta. Menerapkan teknik pengolahan peta topografi dan interpretasinya, interpretasi peta geologi, foto udara dan citra satelit. Mengaplikasikan teknik orientasi medan, teknik dasar pengumpulan data dan pengukuran lapang, identifikasi karakteristik fisik dan sosial, pembuatan peta kerja, teknik pengolahan data lapang, analisis data hasil survei lapang dan teknik penyajian secara tertulis dan lisan.

– Strahler, A & A. Strahler (2004): Laboratory manual for physical Geography. John Wiley and Sons.

– Fellmann, J.D, et.al. (2003): Human Geography. McGraw-Hill. New York.

– Nagle, G. (2000): Advanced Geography. Oxford. New York.

– Setiadi, H. et.al. (2007): Buku Pedoman Kuliah Kerja Lapang I, Identifikasi Karakteristik Permukaan Bumi. Departemen Geografi FMIPA-UI. Depok.

– Sandy, I.M. (1986): Esensi Kartografi. Jurusan Geografi FMIPA UI. Jakarta

Kode: SCGE602009 (2 sks)

Mahasiswa mampu menjelaskan dan menerapkan metode kuantitatif yang sesuai untuk analisis data geografi baik fisik maupun non fisik. Menjelaskan penerapan metode analisis keruangan maupun statistik untuk dua variabel dan multi variabel pada kasus atau data geografi; serta menjelaskan konsep korelasi data nominal, ordinal, interval dan ration; analisa varians (one way Analysis and multy way analysis), analisa regresi, analisis faktor (pengantar); analisis tetangga terdekat; analisis jaringan (network analysis); dan model gravitasi.

– Earicson R & J. Harlin, (1994): Geographic Measurement and Quantitative Analysis. Macmillan College publishing Company, Inc. USA.

– Fotheringham, A.S, Chris Brunsdon, Martin Charlton (2000): Quntitative Geography. Sage Publications. London.

– Supranto, J. (2004): Analisis Multivariat, Arti & Interpretasi. Rineka Cipta. Jakarta.

– Wang, F. (2006). Quantitative Methods and Applications in GIS. Taylor & Francis. NY.

Kode: SCGE602010 (1 sks)

Mahasiswa mampu memproses data geografi dengan menggunakan program komputer statistik secara cepat dan tepat, menjadi berbagai output yang dikehendaki, sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat. Menjelaskan penerapan (praktek) mengolah data dengan program komputer statistik, mulai dari cara memasukkan data suatu kasus, kemudian bagaimana cara mengolahnya dengan prosedur statistik tertentu, sampai menginterpretasikan (menafsir) hasil atau outputnya.

– Alhusin, Syahri (2003): Aplikasi Statistik Praktis dengan SPSS for Window. Graha Ilmu, Yogyakarta.

– Santoso s, Fandy Tjiptono (2006): Riset Pemasaran, Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. PT Alex Media Komputindo, Kelompok Gramedia, Jakarta.

– Wang, F. (2006). Quantitative Methods and Applications in GIS. Taylor & Francis. NY.

Kode: SCGE602018 (2 sks)

Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan konsep dasar penyusunan basis data, model analisis keruangan secara sederhana, serta arahan evaluasi model berbasis teknologi SIG. Pengantar geodatabase; struktur data spasial; inventarisasi data; link data tabular dan spasial, geoprocessing 1; geoprocessing 2; korelasi data; modeling data; pembuatan matrik; query spasial; query tabular; pra visualisasi; visualisasi.

– Birkin. M, et al. (1996): Intelligent GIS: Location Decision & Strategic Planning, John Wiley & Sons. New York.

– Mitchell, A. (2005): The ESRI Guide to GIS: Analysis. ESRI. California.

– Supriatna dkk. (2001): Dasar-dasar Sistem Informasi Geografis. Jurusan Geografi FMIPA UI Depok.

– Wang, F. (2006): Quantitative Methods and Applications in GIS. Taylor & Francis. NY.

Kode: SCGE602019 (1 sks)

Mahasiswa mampu mempraktekkan teknik penyusunan basis data, pembuatan model aplikasi, dan penerapan evaluasi model SIG. Menerapkan penyusunan batas data SIG; analisis pengarahan model; aplikasi model SIG; aplikasi komputer; aplikasi model dan evaluasi model.

 – Mitchell, A. (2005): The ESRI Guide to GIS: Analysis. ESRI. California.

– Supriatna dkk. (2001): Dasar-dasar Sistem Informasi Geografis. Jurusan Geografi FMIPA UI Depok.

– Wang, F. (2006): Quantitative Methods and Applications in GIS. Taylor & Francis. NY.

Kode: SCGE602025 (4 sks)

Mampu menganalisis pola dan bentuk organisasi keruangan aktivitas manusia sebagai hasil dari interaksi manusia dan lingkungan. Memberikan penekanan pada ulasan kompleksitas keterkaitan spasial antara berbagai gejala geografi manusia sebagai elemen penting organisasi keruangan. Pembahasan akan mencakup dinamika organisasi keruangan kehidupan manusia di perkotaan dan perdesaan termasuk keterkaitannya dengan perkembangan teknologi. Pemahaman ruang sebagai sebuah sistem yang dinamis dan terbuka akan menjadi landasan utama mata ajar ini. Tema-tema mengenai perkembangan pertanian, industrialisasi, urbanisasi, perubahan gaya hidup, dan komodifikasi tempat sebagai bagian dari proses pembentukan organisasi ruang yang perlu didekati secara holistik melalui pendekatan keruangan.

– De Blij, H.J. (1998): Human Geography: Culture, Society, and Space. New York: John Wiley and Sons.

– Matthew, J.A. & D.T. Herbert.(2008): Geography, A Very Short Introduction. New York: Oxford University Press.

– Hagget, P.(2001): Geography, A Global Synthesis. Edinburgh Gate: Pearson Education Limited.

Kode: SCGE602026 (1 sks)

Mampu menerapkan prinsip-prinsip ilmu geografi guna menghasilkan pendapat ilmiah atas berbagai gejala geografi manusia. Mempraktekkan prinsip-prinsip ilmu geografi untuk keperluan analisis dan sintesis terhadap human proses serta pola-pola keruangan yang dihasilkannya. Memberikan bekal ketrampilan dan kemampuan dasar dalam melakukan observasi lapang, mengumpulkan dan mengolah data, menafsirkan peta, merumuskan pendapat, serta membangun argumen yang terkait dengan gejala geografi manusia. Di samping itu juga memberikan perhatian pada pengembangan cara kerja dan teknik komunikasi yang efektif baik dalam di lapangan maupun di kelas.

– De Blij, H.J. (1998): Human Geography: Culture, Society, and Space. New York: John Wiley and Sons.

– Matthew, J.A. & D.T. Herbert. (2008): Geography, A Very Short Introduction. New York: Oxford University Press.

– Kitchin, R & H.J. Tate. (2000): Conducting Research into Human Geography: Theory, Methodology, and Practice. Pearson Education Limited.

Kode: SCGE603706 (3 sks)

Mahasiswa mampu melakukan analisis spasial dari komponen hidrologi dan permasalahan SDA dari sisi kuantitas dan kualitas dalam skala global dan skala local (skala daerah aliran sungai). Konsep tentang hidrogeografi, karakteristik spasial sistem hidrologi dan komponennya (evapotranspirasi, curah hujan dan runoff) dalam skala global dan skala daerah aliran sungai (DAS), Permasalahan sumber daya air saat ini dari sisi kuantitas dalam skala global dan skala DAS, Konflik sumber daya air, Water footprint dan virtual water.

– Holden, Joseph (eds) (2014): Water Resources, An integrated approcah. Routledge.

– Shelton, M. L. (2009): Hydroclimatology, Perpectives and Applications. Cambridge Univ. Press.

– Newson, M. (1994): Hydrology and the River Environment. Oxford Univ. Press.

– Pett, G.E & L. D. L. Foster (1985): Rivers and Landscape. Edward Arnold Publisher.

– Nagle, G. (2003). Rivers and Water Management. Hodder Education. UK.

– Bonnel, M. et al (eds) (2005). Hydrology and Water Management in the Humid Tropic. Cambridge Univ.

Kode: SCGE603004 (2 sks)

Mahasiswa mampu menerapkan teori dan metodologi kerja geografi secara sistematis di lapangan dan mampu mengolah dan menganalisis data yang diperoleh, serta menyajikannya secara tertulis dan lisan. Menjelaskan prinsip pengumpulan data lapang, metode survey lapang, metode sampling, penentuan reponden dan informan kunci, penyusunan kuisioner dan praktek wawancara serta mempraktekkan metode pengukuran dan observasi objek geografi fisik di lapang, uji validitas dan kehandalan data lapang, penafsiran kondisi lapang, dan penyajian hasil kerja lapang secara tertulis dan lisan.

– Denzim, N.K & W.S. Lincoln (2003): Collecting and Interperting Qualitative Data. Sage Publication. New Delhi.

– Clifford, N.J. & G. Valentine (2003): Key Methods in Geography. Sage Publication. UK.

– Muehrcke, P.C. (1992): Map Use Reading, Analysis, Intepretation. JP Publication. USA.
– Nagle, G. (2000). Advanced Geography. Oxford. New York.

– Goudie, A. Et al. (1994); Geomorphologycal techniques. 2nd Edition. Routledge. UK.

Kode: SCGE603006 (2 sks)

Mahasiswa mampu menyusun rancangan penelitian untuk tugas akhir. Menjelaskan pendekatan ilmiah geografi, konsep dasar penelitian, rancangan penelitian, perumusan masalah dan hipotesis, teknik pengumpulan data, pengolahan data (kuantitatif & kualitatif), metode analisis dan perumusan kesimpulan.

– Montello, D.R. & P. C. Sutton (2006): An Introduction to Scientific Research Methods in Geography. SagePublication.

– Clifford, N.J. & G. Valentine (2003): Key Methods in Geography. Sage Publication. UK.

– Creswell, J.W. 1994. Research Design: Qualitative and Quantitative Approach. Sage Publication. London.

– Kitchin, R & H.J. Tate. 2000. Conducting Research into Human Geography: Theory, Methodology, and Practice. Pearson Education Limited.

– Sandy, I.M. 1983. Aturan Menulis dan Menulis Dengan Aturan. Jurusan Geografi FMIPA-UI. Jakarta.

Kode: SCGE603027 (2 sks)

Mampu menganalisis dinamika penggunaan tanah sebagai produk dari proses fisik (physical process) dan proses sosial (human process) pada berbagai karakter dan skala ruang. Menjelaskan tanah sebagai sumberdaya kehidupan, dinamika penggunaan tanah sebagai faktor penting sekaligus indikator utama dinamika wilayah, dinamika penggunaan tanah berdasarkan perpektif regional dan ekologis dan, variasi kombinasi faktor fisik dan campur tangan manusia dijadikan sebagai elemen penting yang mempengaruhi proses dan pola perubahan tanah.

– Koomen, E. et al. (editor) (2007) Modelling land use change. The Geo Journal Library, Vol. 90. Spriger, Netherland.

– Sandy, I Made (1975) Penggunaan Tanah di Indonesia. DTGT. Jakarta.

– Kivel, P. 1993. Land and The City. London and New York: Routledge.

Kode: SCGE603906 (2 sks)

Mampu melakukan analisis keruangan terhadap proses dan pola perkembangan wilayah urban. Mengetengahkan diskusi tentang penerapan pendekatan geografi dalam kajian urban. Materi diskusi akan mencakup stadia pertumbuhan kota, perubahan sosial budaya perkotaan, perkembangan ekonomi perkotaan, dinamika struktur internal kota, evolusi keruangan sistem perkotaan, kedudukan kota dalam pengembagan wilayah, serta strategi pengembangan perkotaan. Bekerjanya faktor-faktor globalisasi dan modernisasi yang semakin dominan dalam mempengaruhi perkembangan kota juga akan menjadi perhatian utama. Teori-teori perkotaan yang berasal dari berbagai disiplin ilmiah akan dijadikan sebagai landasan konseptual untuk melakukan analisis keruangan terhadap proses dan pola perkembangan wilayah urban.

– Kivel, P. (1993): Land and The City. London and New York: Routledge.

– Knox, P.L. (1994): Urbanization, An Introduction to Urban Geography. Prentice Hall. Englewood.

– Pacione, M. (2001): Urban Geography, A Global Perspective. Routledge. London.

– Parker, S. (2004): Urban Theory and the Urban Experience, Encountering the City. London and New York: Routledge.

 

Kode: SCGE603005 (3 sks)

Mahasiswa mampu menerapkan pendekatan regional dalam mengkaji keterkaitan antara unsur fisik dan unsur sosial ekonomi pada suatu wilayah dan tema tertentu. Teknik penyusunan rencana lapang, prinsip dan penerapan perdekatan regional, pola dan dampak interaksi manusia-lingkungan, pola penggunaan tanah sebagai indikator gejala fisik, ekonomi dan sosial, analisis regional aktivitas penduduk dan, Teknik penulisan dan penyajian informasi spasial.

– Hagget, P. (2001): Geography, a Global Synthesis. Prentic Hall. New York.

– Clifford, N.J. & G. Valentine (2003): Key Methods in Geography. Sage Publication. UK.

– Nagle, G. (2000): Advanced Geography. Oxford. New York.

– Muehrcke, P.C. (1992): Map Use Reading, Analysis, Intepretation. JP Publication. Madison.

 

Kode: SCGE602028 (2 sks)

Mampu menganalisis variasi keruangan penerapan model pembangunan dalam kaitannya dengan kondisi-kondisi setempat. Membahas tentang cara pandang disiplin geografi dalam memahami kompleksitas gejala-gejala pembangunan. Diskusi dalam mata ajar ini akan mengulas tentang esensi pembangunan mulai dari sejarah, pengertian, konsep, serta wujudnya. Ulasan tersebut akan dilengkapi dengan pembahasan mendalam mengenai teori-teori pembangunan yang bernuansa spasial. Berbagai strategi dan pendekatan pembangunan baik yang berasal dari atas (development from above), dari bawah (development from below), maupun kombinasi keduanya juga akan dikemas, disajikan, dan dimaknai secara spasial. Dengan mengambil beberapa contoh kasus dari dalam dan luar negeri, mata ajar ini juga akan mencermati variasi keruangan penerapan model pembangunan dalam kaitannya dengan kondisi-kondisi setempat.

– Potter, R.B, T. Binns, J.A. Elliot, and D.Smith. 1999. Geographies of Development. Harlow: Addison Wesley Longman Limited.

– Power, M. 2005. Rethinking Development Geographies. London: Routledge.

Kode: SCGE603029 (4 sks)

Mampu melakukan kajian regional terhadap karakteristik dan keunikkan wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan tropis melalui pemahaman akan pola keterkaitan antara faktor fisik, sosial, ekonomi, dan sejarah. Menjelaskan karakteristik wilayah Indonesia dalam konteks keruangan sebagai negara kepulauan tropis terbesar di dunia; menjelaskan aspek sejarah, penduduk, sumberdaya alam, fisiografi, bentang alam, iklim, aktivitas penduduk, politik; menganalisis dampak globalisasi dan modernisasi, hubungan internasional, serta permasalahan perbatasan akan didiskusikan dan dikaji secara regional; menerapkan prinsip-prinsip ilmu geografi dalam mencermati berbagai fenomena alam, sosial, dan keterkaitannya antara keduanya pada berbagai tempat di Indonesia.

– De Blij, HJ and P. Jal. 1992. Geografi Regional in Concept. John Wiley and Sons. USA.

– Hagget, P. 2001. Geography, a Global Synthesis. Prentice Hall. New York.

– Verstappen, H. Th (2000): Outline of the Geomorphology of Indonesia. ITC Publication Number 79. Netherlands.

– Sandy, I. M. 1985. Republik Indonesia: Geografi Regional, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Indonesia dan Puri Margasari. Jakarta.

Mata Kuliah Pilihan Program Studi

Geografi Fisik

SIG dan PJ

Geografi Manusia

Kode: SCGE602701 (2 sks)

Mampu menganalisis dinamika ekosistem sebagai produk dari proses biofisik (physical-biology process) dan proses sosial (human process) pada berbagai karakter dan skala ruang. Materi yang dibahas mencakup hakekat dan ruang lingkup kajian biogeografi; rantai makanan dan siklus biogeokimia; taksonomi tumbuhan; faktor-faktor yang mempengaruhi sebaran tumbuhan di muka bumi (faktor klimatik, edafik, fisiografis, biotis dan manusia); tipe-tipe bioma di muka bumi; migrasi dan pemencaran tumbuhan; nilai ekonomis dan ekologis tumbuhan bagi manusia; taksonomi hewan; kaitan antara paleogeologi dengan sebaran hewan eserta evolusinya; migrasi hewan dan bariernya; pewilayahan hewan di muka bumi; mengidentifikasi jenis tumbuhan & hewan dunia yang ada di Indonesia; fauna kepulauan Indonesia; konsep suaka margasatwa, cagar alam dan program pelestarian dan perlindungan hewan; nilai ekonomis dan ekologis hewan bagi manusia.

– Avise, et al. (2008): In The Light of Evolution, Volume II : Biodiversity and Extinction. The National Academy Press. Washington D.C. U.S.

– Soemarwoto, O. (2008): Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Penerbit Djambatan Jakarta.

Kode: SCGE603702 (2 sks)

Mahasiswa mampu menarapkan dasar pengetahuan dan konsep sumberdaya alam, menganalisis dan mensintesis fenomena sumberdaya alam secara spasial dengan pendekatan geografi sistematik. Membahas tentang konsep sumberdaya alam; klasifikasi sumberdaya alam; inventarisasi sumberdaya alam; distribusi spasial sumberdaya alam; permasalahan pemanfaatan dan konservasi sumberdaya alam; keterkaitan antara penduduk dan sumberdaya alam; teknik pengukuran tekanan penduduk; konsepsi pembangunan berkelanjutan.

– Meadows, D.N.H., D.L. Meadows & J. Rander 1992. Beyond the Limits: Confronting Global Collapse Envisioning a Sustainable Future. Chelsea GP, Vermont.

– Mitchell, B. 1995 (2 ed). Geography and Resources Analysis, LST. New York.

– Salim, E. tt. Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Ekonomi Lingkungan : Pokok-pokok Pikiran Kuliah Emil Salim Tahun Akademik 1998-1999-2000. PPS UI. Jakarta.

– Soeriatmadja, R.E., 1998. Asas Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup. LP ITB. Bandung.

Kode: SCGE602703 (2 sks)

Mampu melakukan analisis perbedaan jenis tanah (soil) sebagai hasil proses pelapukan batuan induk pada berbagai karakter dan skala ruang. Pembentukan tanah/pedogenesis; Penciri dan sifat tanah berupa solum tanah, warna tanah, tekstur tanah, struktur tanah dan bahan mineral dalam tanah; kesuburan tanah; Klasifikasi tanah, dan Klasifikasi tanah di Indonesia; Jenis-jenis tanah utama dunia; jenis tanah di Indonesia.

– Gerrard. John (2000): Fundamental of Soil. Routledge. UK.

– Foth, D, Henry.1985. Dasar-dasar ilmu tanah. Yogyakarta: Gadjah Mada Univ. Press.

– Sukanta, D., T.L. Indra 2008. Modul Geografi Tanah. Dept. Geografi FMIPA UI.

– Harjowigeno, S. 2000. Klasifikasi Tanah. Akademika Pressindo. Jakarta.

– Harjowigeno, S. 2000. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo Jakarta.

Kode: SCGE603704 (2 sks)

Mahasiswa mampu menjelaskan dasar-dasar penilaian sumberdaya lahan dan dapat menggunakannya untuk menganalisis sumberdaya lahan secara spasial, serta mampu menjelaskan konsepsi dasar manajemen konservasi tanah secara spasial atas dasar besaran prediksi erosi. Pembahasan mencakup karakteristik tanah, jenis pergerakan massa tanah, faktor dan kejadian erosi, karakteristik erosi, system evaluasi tanah, konsepsi kesesuaian lahan, prinsip evaluasi lahan, metode evaluasi, evaluasi aspek fisik dan sosial, pemanfaatan peta dan analisis keruangan, prinsip dan tujuan konservasi; metode konservasi; faktor geografis konservasi tanah; manajemen konservasi tanah.

– Arsyad, S. (2010) Konservasi tanah dan air. IPB Press, Edisi kedua. Bogor.

– Abdullah, T.S. 1993. Survai Tanah dan Evaluasi Lahan. Penebar Swadaya. Jakarta.

– Kartono, H, S. Rahardjo & I.M. Sandy. 1989. Esensi Pembangunan Wilayah dan Penggunaaan Tanah Berencana. Jurusan Geografi FMIPA UI. Jakarta.

– Sandy, I.M. 1995. Tanah Muka Bumi. Indograph Bakti. Jakarta.

– Morgan, R.P.C. 1986. Soil Erosion and Conservation. University of Strath Clyde. John Wiley and Sons. New York

 

Kode: SCGE603705 (2 sks)

Mahasiswa mampu melakukan análisis dalam perspektif keruangan tentang dinamika erosi dan sedimentasi yang terjadi di permukaan bumi. Penekanannya pada perpektif keruangan fenomena erosi dan sedimentasi di ruang muka bumi, khususnya di wilayah tropik, baik sebagai akibat dari proses alami maupun karena manusia. Pembahasan materi akan mencakup konsep tentang erosi dan sedimentasi; proses erosi dan sedimentasi oleh air, angin, gletser, dan gelombang; faktor-faktor yang mempengaruhi erosi dan sedimentasi, erosi dan sedimentasi dalam perspektif keruangan; pengaruh aktivitas manusia terhadap proses erosi dan sedimentasi.

– Arsyad, S. (2010) Konservasi tanah dan air. IPB Press, Edisi kedua. Bogor.

– Julien, Pierre Y. (2010): Erosion and Sedimentation. Second Edition. Cambridge University Press.UK.

– Robert, A. (2003): River Processes, an introduction to fluvial dynamics. Arnold. New York.

– Schumm, Stanley A. (2005) River Variability and Complexity. Cambridge Univ. Press.

– Schumm, S. A., J. F. Dumont & J. M. Holbrook (2002) Active Tectonics and Alluvial Rivers. Cambridge Univ. Press. UK.

– Thomas, Michael F. (1994): Geomorphology in the Tropics, a study of weathering and denudation in low latitudes. John Wiley and Sons. USA.

Kode: SCGE603707 (2 sks)

Mahasiswa mampu melakukan evaluasi sumber daya air (SDA) suatu wilayah dan dapat memetakan program konservasi yang dapat dilakukan. Membahas tentang pengertian tentang evaluasi SDA dan konservasi SDA; evaluasi SDA dari sisi kuantitas dan kualitas; ketersediaan air dan kebutuhan; metode konservasi SDA.

– Nagle, G. (2003): Rivers and water management. Access to Geography Series. Hodder Education. UK.

– Bonnel, M. and M. M. Hufschmidt, eds (2005) Hydrology and Water Management in the Humid Tropic. Cambridge Univ. Press. UK.

– Arsyad, S. (2010) Konservasi tanah dan air. IPB Press, Edisi kedua. Bogor.

– Newson, M. D (1997) Land, Water and Development, sustainable management of river basin system. Second Editon. Routledge. UK.

– Chapmand, D (1996) Water Quality Assessments – A Guide to Use of Biota, Sediments and Water in Environmental Monitoring. UNESCO-WHO-UNEP, Second Editon.

– Ferrier, Robert C. & A. Jenkins (2010): Handbook of Catchment Management. Willey-Blackweel. UK.

Kode: SCGE603708 (2 sks)

Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dinamika atmosfer dan iklim, serta menganalisis fenomena spatial dinamika iklim yang terjadi di daerah tropis dan dampaknya terhadap kehidupan baik sebagai sumberdaya maupun sumber bencana. Konsep dan lingkup dinamika atmosfer, faktor penentu dan karakteristik iklim tropis, variasi spatial dan temporal tentang radiasi matahari, suhu udara, stabilitas udara, kelembaban udara, dinamika awan dan variasi curah hujan, El Nino/La nina, Indian Ocean Dipole, sirkulasi udara dan siklon tropis, musim dan kekeringan serta cuaca ekstrim.

– Reding, A.J., R.D. Thompson & A.C. Millington (1995) Humid Tropical Environments, Blackwell, Massachusetts, USA.

– Barry, R.G. & R.J. Chorley 1998) Atmosphere, Weather & Climate, Routledge, London.

– Anon. (2011). Introduction to Tropical Meteorology, The COMET Program.

– Journal Climate Dynamics, Journal Climate Change dan Journal Dynamics of Atmosphere and Oceans.

 

Kode: SCGE603709 (2 sks)

Mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis kondisi iklim perkotaan secara spatial dan temporal, serta dampaknya terhadap kehidupan penduduk perkotaan. Membahas tentang konsep dan lingkup iklim perkotaan; dinamika atmosfer perkotaan; karakteristik unsur-unsur iklim kota; global warming dan urban heat island; cuaca ekstrim perkotaan; kenyamanan cuaca/iklim; variasi cuaca/iklim perkotaan dan penyakit.

– Landsberg, Helmut E. (1980): The Urban Climate. Inter. Geophyscs Series Vol. 28. Academic Press. New York.

– Barry, R.G. & R.J. Chorley 1998) Atmosphere, Weather & Climate, Routledge, London.

– Wanner, H. et.all. (2006) Climate Variability, Predictability and climate Risks. Springer, Dordrecht, Netherlands.

– Marzluff, J.M. et.all. (2008), Urban Ecology, Springer, Dordrecht, Netherlands.

– Journal Climate Dynamics dan Journal Urban Climate.

Kode: SCGE604710 (2 sks)

Mampu menjelaskan konsepsi perubahan iklim (PI), menganalisis fenomena perubahan iklim dan dampaknya secara spatial dan temporal terhadap kehidupan di muka bumi, serta kerentanan terhadap perubahan iklim. Membahas tentang pemanasan global, konsep dan kriteria perubahan iklim, variabilitas cuaca ekstrim, fenomena perubahan iklim skala global dan wilayah tropis, dampak perubahan iklim terhadap lingkungan, pertanian, ketahanan pangan, penggunaan tanah, kesehatan, pariwisata, dan bencana alam, serta kerentanan terhadap perubahan iklim.

– IPCC, 2013: Climate Change 2013: The Physical Science Basis. Cambridge University Press, Cambridge, United Kingdom and New York, NY, USA.

– Simpson, M.C., Gössling, S., Scott, D., Hall, C.M. and Gladin, E. (2008) Climate Change Adaptation and Mitigation in the Tourism Sector: Frameworks, Tools and Practices. UNEP, University of Oxford, UNWTO, WMO: Paris, Francerg.

– Wanner, H. et.all. (2006) Climate Variability, Predictability and climate Risks. Springer, Dordrecht, Netherlands.

– Bush M.B. & J.R. Flenley (2007) Tropical Rainforest Responses to Climatic Change. Springer-Verlag Berlin Heidelberg. New York.

– Journal Climate Change, Journal of Climate AMS, Journal Urban Climate.

Kode: SCGE603711 (2 sks)

Mahasiswa mampu memahami karakteristik dan sifat fisika-kimia lautan serta kaitannya dengan pola iklim, persebaran biota laut, bentuk pesisir, dan aplikasi dalam bidang kelautan. Memberikan bahasan tentang pembentukan samudera; struktur samudera; lempeng tektonik; samudera dan iklim; arus permukaan, arus dalam, gelombang, gejala pasang surut; wilayah pantai dan pesisir; proses biokimia laut; sedimentasi; karang laut, fauna dan flora laut, lingkungan biologi laut; hasil laut dan pencemaran laut.

– Duxbury, A.C. & A. Duxbury. 1984. An Introduction to the World’s Oceans. Addison-Wesley. Menlo Park.

– Gross, M.G. 1990. Oceanography, a View of the Earth. Prentice Hall. New Jersey.

– Longhurst, A &D. Pauly. 1987. Ecology of Tropical Oceans. Academic Press. USA.

– Pernetta, J. 2004. Guide to the Oceans. Philips. New York.

Kode: SCGE603713 (2 sks)

Mampu menganalisis perbedaan dan persamaan morfologi pantai di suatu wilayah dan perubahannya. Membahas tentang morfologi pantai; klasifikasi morfologi pantai; morfometri pantai; morfokronologi pantai; morfologi keruangan pantai dan pengaruh manusia terhadap perubahan lingkungan pantai.

– Huggett, Richard J. (2007): Fundamental of Geomorphology. 2nd Edition. Routledge, London.

– Arnoff. Robin D. (2009): Introduction to Coastal Processes and Geomorphology. Cambridge Univ. Press. UK.

– Bird, Eric C.F. (1981) Coasts, an Introduction to Coastal Geomorphology. Third Edition. Basil Blackwell.

– Pethick, J. (1984): An Introduction to Coastal Geomorphology. .Edward Arnold. Baltimore Maryland, USA.

Kode: SCGE603714 (2 sks)

Mampu melakukan analisis secara spasial bentang alam karst, khususnya yang ada di Indonesia, dan isu yang berkembang saat ini pada wilayah karst. Penekanannya pada bentang alam karst sebagai hasil dari proses geomorfologi dan isu yang berkembang pada wilayah tersebut. Pembahasan mencakup tentang karakteristik dan bentuk-bentuk bentang alam karst; proses erosi dan sedimentasi pada bentang alam karst; proses hidrologi pada bentang alam karst; pengaruh manusia pada lingkungan bentang alam karst.

– Jennings, J.N (1985): Karst Geomorphology. Basil Blackwell Inc. New York. 1985.

– Pitty, A. F. et al (1985): Karst forms and processes. In Pitty, A. F. (ed.), Geomorphology: themes and trends. Barnes & Noble Books. USA.

– Anderson, Robert S. & S. P. Anderson (2010): Geomorphology, the mechanic and chemistry of landscape. CambridgeUniv. Press. UK.

Kode: SCGE603715 (2 sks)

Mahasiswa mampu menganalisis variasi spasial proses pengikisan, pengangkutan dan pengendapan, baik antar sungai, maupun dalam sistem sungai itu sendiri. Memberikan pembahasan mengenai sistem fluvial, rezim aliran, sumber sediment, proses erosi, pengangkutan dan pengedapan dalam sistem sungai, bentuk dan perubahan alur sungai, perubahan sistem sungai karena iklim, aktivitas manusia, tektonik dan perubahan paras dasar dan, Perubahan alur sungai dan sistem respon terhadap perubahan.

– Charlton, Ro (2008): Fundamentals of Fluvial Geomorphology. Routledge. UK dan USA.

– Robert, A. (2003): River Processes, an introduction to fluvial dynamics. Arnold. New York.

– Schumm, Stanley A. (2005) River Variability and Complexity. Cambridge Univ. Press.

– Down, Peter W. & K. J. Gregory (2004): River Channel Management, towards sustainable catchment hydrosystem. Arnold. London.

– Leoporld, B. Luna; M. Gordon Wolman, J. P. Miller (1964). Fluvial Processes in Geomorphology.

Kode: SCGE603716 (2 sks)

Mahasiswa mampu menganalisis dan melakukan sintesis dinamika biogeofisik dalam sebuah daerah aliran sungai. Membahas tentang DAS (daerah aliran sungai) sebagai sebuah system; teknik pengolahan dan visualisasi data DAS; siklus biogeofisik yang terjadi dalam DAS; pengenalan system dinamik; penyusunan model dinamik biogeofisik DAS.

– Burt, Tim P. & A. L. Heathwaite & S. T. Trudgill (1993): Catchment Sensitivity to land use control. In Landscape Sensitivity, edited by D.S.G. Thomas & R. J. Allison. Wiley, USA.

– Bruijnzeel, L.A. (2004): Hydrological functions of tropical forests: not seeing the soils for the treess. Agriculture, Ecosystems and Environment 104 (2004) 185–228.

– Meybeck, Michel (2003): Global Analysis of River Systems: From Earth System Controls to Anthropocene Syndromes. Philosophical Transactions: Biological Sciences, Vol. 358, No. 1440.

– Miller, Jerry R. & Suzanne M. Orbock Miller (2007): Contaminated Rivers. Springer Verlag. Netherland.

Kode: SCGE603717 (2 sks)

Mahasiswa mampu menganalisis keterkaitan antara aspek geologi, sumberdaya alam, kebencanaan dan lingkungan dalam hubungannya dengan kehidupan manusia, termasuk untuk kepentingan perencanaan tata ruang dan manajemen bencana geologi. Mata kuliah ini akan membahas tentang konsep geologi lingkungan, pergerakan lempeng tektonik, kondisi geologi lingkungan wilayah tropis, potensi dan pemanfaatan sumberdaya geologi, pengelolaan pasca penambangan, stabilitas lereng dan longsor, bencana geologi, mitigasi dan adaptasi bencana geologi, manajemen bencana geologi dan perencanaan tata ruang berbasis geologi.

– Cargo, D.N. & B.F. Mallory, 1977. Man and His Geologic Environment, Addison Wesley Publishing Company. Menlo Park, California.

– Montgomery, C.W. 1986. Environmental Geology, 3rd Edition. Mc Brown.

– Munir, M. 2003. Geologi Lingkungan. Media Publishing. Jakarta.

– Journal of Geology.

Kode: SCGE600720 (2 sks)

Mahasiswa mampu melakukan analilsis variasi spasial wilayah bencana dalam skala global dan nasional dan mampu berkreasi menyusun peta kerentanan bencana suatu wilayah. Konsep tentang bencana (dissaster), bahaya (hazard) dan risiko (risk), kerentanan (vulenerability); Pola spasial bahaya alam (natural hazard) dan bencana alam (natural dissaster) dalam sekala global dan nasional dan faktor-faktor pengendali; konsep dan pemetaan kerentanan bencana.

– Alcantra-Ayala, I. & A. S. Goudie, eds (2010): Geomorphological Hazard and Dissater Prevention. Cambridge Univ. Press. UK.

– Schneiderbauer, S. & D. Ehrlich (2004): Risk, hazard, and people vulnerability to natural hazard, a review of definitions, concepts, and data.European Commision Directorate General. Joint Research Centre.

– Bolt, B. A. et al. (1975): Geological Hazard. Spriger Verlag. Heidelberg.

– Strahler, A and A. Strahler. (2003): Introducing Physical Geography. John Wiley and Sohn, Third Edition, New York.

Kode: SCGE603719 (2 sks)

Mampu memformulasikan gagasan dasar penelitian pada ranah geografi fisik. Lingkup kajian geografi fisik dan ciri penelitian geograf fisik; lingkup dan ciri penelitian dengan kajian natural hazard (gerakan tanah, gempa bumi, banjir dan kekeringan, cuaca ekstrim); lingkup dan ciri penelitian sumber daya air (air permukaan, airtanah), lingkup dan ciri penelitian iklim (variabilitas iklim, perubahan iklim, iklim dan pertanian; lingkup dan ciri penelitian geomorfologi.

– Inkpen, Robert (2005): Science, Philosophy and Physical Geography. Routledge.

– Pacione, M. Eds (2002). Applied Geography, Principle and Practice. Routledge. Chapter: I & II.

– Alcantara_Ayala, Iresema & A. Gouide (2010) Geomorphological Hazards and Disaster Prevention. Cambridge Univ. Press.

– Journal: Progress in Physical Geography, Geomorphology, Natural Hazard, Landslide, Applied Geography, Earth Surface and Process, Climate Change, Theoritical App. Climatology, Water Resources Development, Journal of Hydrology dan Hydrological Science Journal dan lainnya.

Kode: SCGE603802 (2 sks)

Mahasiswa mampu memahami konsep, melakukan serta menjelaskan teknologi GPS untuk berbagai bidang (pemetaan, transportasi, ekonomi, dll).Mampu membedakan penggunaan GPS Navigasi dan Geodetik, serta penggunaannya. Konsep GPS dan aplikasinya, terutama untuk bidang pemetaan (dasar maupun tematik), transportasi, geologi, lingkungan, sosial-ekonomi, dan lain sebagainya. Sistem Satelit dan Alat Penerima Data Posisi Detail dan Global, Pemanfaatan dalam Navigasi, Survey, Koreksi Data dan Pemetaan Detail.

– Abidin, HZ, (1995): Survey dengan GPS. Pradya Paramita, Jakarta.

– Abidin, HZ, (1995): Penentuan Posisi dengan GPS dan aplikasinya. Pradya Paramita, Jakarta.

Kode: SCGE602803 (2 sks)

Mampu menjelaskan karakteristik citra radar dan perkembangan terkini aplikasi yang berkaitan dengan citra radar. Mata kuliah ini didesain untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya PJ radar di Indonesia dan memahami karakteristik citra radar yang memiliki perbedaan significant dibandingkan PJ pasif.Pada bagian akhir disampaikan aplikasi-aplikasi terkini di bidang PJ radar.

– Lillesand, Kiefer and Chipman, 2005, Remote sensing and image interpretation, fifth edition, John Willey and Sons, Singapore.

– Jensen, 2005, Introductory digital image processing, 3rd edition, Prentice Hall, NJ.

– Jensen, 2006. Remote sensing of environment.

– Aronoff, 2008. Remote sensing for GIS manager.

 

Kode: SCGE603804 (2 sks)

Mahasiswa mampu menerapkan aplikasi PJ Multi dan Hiperspektral untuk análisis fenomena geografi dan bidang lingkungan. Menekankan pada diskusi tentang aplikasi penginderaan jauh multi dan hiperspektral dalam bidang kebumian. Pembahasan akan mencakup tentang perkembangan PJ multi dan hiperspektral; metode interpretasi dan berbagai macam aplikasinya.

– Lillesand, Kiefer and Chipman, 2005, Remote sensing and image interpretation, fifth edition, John Willey and Sons, Singapore.

– Borengasser, Hungate and Watkins, 2007, Hyperspectral remote sensing:Principle and applications, Taylor and Francis, London.

– Jensen, 2005, Introductory digital image processing, 3rd edition, Prentice Hall, NJ.

Kode: SCGE603805 (2 sks)

Mahasiswa mampu memahami konsep database non spasial dan spasial, manajemen data spasial secara keseluruhan serta mampu mendesain basis data spasial. Pengertian tentang konsep basis data spasial; integrasi software database dengan software SIG dengan file/ekstension penghubungnya; identifikasi data, tema dan sekala; struktur database; relasi database, aplikasi data untuk sensus, alamat dan lokasi, persil tanah/kadastral, dan aplikasi lainnya.

– Ian Masser (2005): Creating Spatial Data Infrastructures. ESRI Redlands, California.USA.

– De Mers, (2000): Fundamentals Of Geographical Information Systems, John Wiley & Sons Inc., New York.

– Howe, P. (1993): Data analysis for database design. International Institute for Aerospace Survey and Earth Sciences, Edward Arnold, Netherland.

– ITC (1993): Data Analysis for Database Design. International Institute for Aerospace Survey and Earth Sciences”. Edward Arnold, Netherland.

– Supriatna (2009): Sistem Informasi Geografis, Analisis & Aplikasi. Departemen Geografi FMIPA UI, Depok.

Kode: SCGE603806 (2 sks)

Mahasiswa mampu menerapkan pemodelan 3 dimensi untuk menganalisis berbagai macam objek baik lingkungan fisik maupun lingkungan buatan di atas permukaan bumi. Prosedur modeling tingkat lanjut dalam SIG. Subyek utama yang dibahas dalam mata kuliah ini antara lain, surface and grid Analysis; interpolasi spasial; analisis bentuk medan (terrain) menggunakan DEM, Hydrologic Modeling, Map Algebra; 3D Modeling and visualisasi; pemodelan permukaan dan sub-permukaan dalam 3 dimensi; display 3D dan analysis; modeling; viewshed dan modeling permukaan dengan TIN.

– Lee, Jiyeong and Siyka Zlatanova (2008): 3D Geo-Information Sciences (Lecture Notes in Geoinformation and Cartography). Springer.

– Neutens, Tijs and Philippe Maeyer (2009:) Developments in 3D Geo-Information Sciences (Lecture Notes in Geoinformation and Cartography), Springer.

– Mount, Nick. Gemma Harvey, Paul Aplin, Gary Priestnall (2008): Representing, Modeling, and Visualizing the Natural Environment (Innovations in GIS). CRC Press.

– McGrath,Brian. 2008. Digital Modelling for Urban Design.Wiley.

 

Kode: SCGE603807 (2 sks)

Mahasiswa mampu memahami, mengkaji dan menjelaskan tentang pemodelan SIG untuk berbagai aplikasi, pengukuran teodolit, pengukuran waterpass dengan bantuan GPS dan citra/foto udara untuk pemetaan skala besar. Pemodelan modeling Data Spasial untuk Aplikasi Perkotaan, geologi, mitigasi bencana, hidrologi DAS, tanah, perkotaan, Lingkungan Hidup, Pesisir dan Laut, dan lain sebagainya.

– David L. Verbyla, 2002. Practical GIS Analysis, Taylor & Francis, London, UK.

– Noel A.C. Cressie, 1990. Statisitics for Spatial Data. Iowa State University. John Wiley & Sons, Inc. New York, USA.

– Supriatna, 2009. SIG, Tinjaun Analisis dan Aplikasi. Dept Geografi FMIPA UI.

– Verbila, 2001. “Analisis for Geographical Information System”. John Willey & Sons.

– ESRI, 2001.”PC Arcview”. ESRI, Inc., United State of America.

– ESRI, 2004.”PC ArcGIS”. ESRI, Inc., United State of America.

Kode: SCGE603808 (2 sks)

Mampu membuat rancangan program aplikasi SIG dari software SIG, software database dan software tampilan. Perancangan database spasial; perancangan tampilan aplikasi; perancangan input database, pembuatan program aplikasi SIG; data Integrasi dan visualiasai data Spasial di GIS Web Service.

– Supriatna, 2009.”Sistem Informasi Geografis : Analisis & Aplikasi”, Departemen Geografi FMIPA UI, Depok.

– Verbila, 2001. “Analisis for Geographical Information System”. John Willey & Sons.
– ESRI, 2001.”PC Arcview”. ESRI, Inc., United State of America.

– Winie Tang & Jan Selwood, 2003. Conecting Our World: GIS Web Service. ESRI Press, Reedland, California, USA.

Kode: SCGE603810 (2 sks)

Mahasiswa mampu untuk melakukan penilaiaan kesesuaian rancangan teknis aplikasi SIG untuk kajian wilayah dan lingkungan. Membahas tentang berbagai bentuk aplikasi SIG beserta persyaratan rancangan teknisnya untuk kajian wilayah dan lingkungan. Memberikan bekal kepada mahasiswa untuk mampu menilai kesesuaian suatu rancangan teknis aplikasi SIG dalam penerapannya pada kasus tertentu.

– Supriatna, 2009.”Sistem Informasi Geografis : Analisis & Aplikasi”, Departemen Geografi FMIPA UI, Depok.

– Verbila, 2001. “Analisis for Geographical Information System”. John Willey & Sons.

– ESRI, 2001.”PC Arcview”. ESRI, Inc., United State of America.

– Howe, 1993.”Data analysis for database design”. International.

Kode: SCGE604812 (2 sks)

Mampu melakukan identifikasi dan analisissumberdaya laut dengan memanfaatkan teknik penginderaan jauh melalui berbagai citra yang sesuai untuk karakter laut. Pemanfaatan berbagai citra untuk melakukan identifikasi berbagai sumberdaya laut, baik kondisi laut yang masih bersih, maupun yang mengalami kerusakan atau pencemaran. Baik pencemaran pada perairan itu sendiri, maupun pada terumbu karang, magrove, lamun dan rumput laut.Pada mata kuliah ini teknik penginderaan jauh juga digunakan untuk melakukan analisis konsentrasi ikan dan berbagai ikan pelagis dan pendugaan keberadaan ikan demersal melalui karakter oseanografi, batimetri maupun pada berbagai kodisi iklim dan musim.

– Butler, M.J.A. et all, (1998). The Apllication of remote sensing technology to marine fishery. FAO UN Pub.USA.

– Richardson, Laurie L and LeDrew, Ellsworth F (2006). Remote Sensingof Aquatic Coastal Ecosystem. Springer Publisher.

– Saltzman, Barry (1985). Sattelite Oceanic Remote Sensing. Academic Press. Orlando Florida.USA.

– Sheppard, C.R.C (ed) (2000). Seas at the Millenium : an Environmental Evaluation : 3 Global Isuues and Procecces. Pergamon Pub. Amsterdam.

Kode: SCGE603813 (2 sks)

Mampu menetapkan pendekatan dan metodologi SIG/PJ yang tepat untuk suatu topik penelitian geografis tertentu. Mengulas tentang ruang lingkup dan ciri penelitian di bidang SIG/PJ sesuai dengan kaidah ilmu geografi. Pembahasan juga akan mencakup berbagai paradigma, pendekatan, metodologi, serta teknologi mutakhir yang memiliki relevansi kuat dengan penelitian SIG/PJ. Kajian-kajian topikal baik yang bersifat teoritis, metodologis, maupun aplikatif di bidang SIG/PJ akan diulas secara mendalam guna membekali mahasiswa dalam penyusunan proposal penelitian tugas akhir.

– Supriatna, 2009.”Sistem Informasi Geografis : Analisis & Aplikasi”, Departemen Geografi FMIPA UI, Depok.

– Verbila, 2001. “Analisis for Geographical Information System”. John Willey & Sons.

– ESRI, 2001.”PC Arcview”. ESRI, Inc., United State of America.

Kode: SCGE600814 (2 sks)

Mahasiswa mampu menerapkan dan menganalisis hasil dari foto udara format kecil (drone dan wahana lainnya). Konsep sistem perekaman data (penginderaan jauh) melalui sensor kamera yang dikombinasikan dengan wahana terbang, konsep sistem metode pemetaan berbiaya murah dengan pengoperasian mudah, produksi cepat dan kualitas data yang sesuai, analisis data citra/foto udara format kecil, aplikasi dari hasil citra/foto udara format kecil.

– Abdelhafiz, A., (2009).Integrating Digital Photogrammetry and Terrestrial Laser Scanning. Dissertation, Munchen: Deutsche Geodatische Kommission Bei Der Bayerischen Akademie Der Wissenschaften. 

– Badan Informasi Geospasial. (2014). Buku Panduan : Pesawat Udara Nir Awak untuk Survei Udara. 

– Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan, (2011). Pembuatan Peta Dengan Small Format Aerial Photo.

– Rokhmana, Catur A., (2014). Cost effective Precision Agriculture Mapping Utilizing UAV-Based Photogrammetry Mapping.

Kode: SCGE602901 (2 sks)

Mampu menganalisis struktur penduduk (jumlah, persebaran, dan komposisi) karena adanya perubahan kondisi kependudukan (kelahiran, kematian, dan migrasi). Memberikan penekanan pada teknik-teknik dasar analisis demografis seperti komposisi penduduk, perhitungan tingkat kelahiran, kesuburan, perkawinan, pola migrasi, tingkat kematian. Eksplorasi terhadap Life Table, standarisasi, serta proyeksi penduduk, terutama untuk mendukung berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan Human Geography dan Perencanaan.

– Mantra, I. B. (2000). Demografi Umum. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

– LDFE UI. (2010). Dasar-dasar Demografi (Ed. ke-2). Jakarta : Salemba Empat.

– Swanson, D.A. dan Siegel, J.S. (2004). The Methods and Materials of Demography (2nd Ed.). California – London : Elsevier Academic Press.

– Newell, C. (1988). Methods and Models in Demography. New York : The Guilford Press.

Kode: SCGE602902 (2 sks)

Mampu mengelola suatu pekerjaan dengan dalam satu rangkaian penyusunan perencanaan sampai dengan implementasi dan evaluasi. Memberikan penekanan terhadap konsep manajemen, dinamika perubahannya, dan tren terkini konsep manajemen. Selain itu, pembangunan pemikiran pemasaran dan kewirausahaan dalam pengembangan kompetensi dan pentingnya pengelolaan sumber daya manusia.

– Griffin, Ricky W., dan Ronald J.E., 1999. Bisnis (terjemahan), jilid 1 dan 2, Prentice Hall, London.

– Kanter, Rosabeth Moss, 1999. World Class Organization.

– Kottler, Phillip, 2001, Marketing Management; The Millineum Edition, Prentice Hall, London.

– Kontz, et.al, 1998. Principle Management, McGraw Hill, New York.

– Stuley, Richard, 2002. The Definitive Business Plan, Prentice Hall,London.

Kode: SCGE603904 (2 sks)

Mampu melakukan analisis keruangan terhadap dinamika budaya serta hubungan timbal baliknya dengan karakter permukaan bumi. Memberikan penekanan pada peran penting sistem dan nilai budaya sebagai salah satu faktor pengendali perilaku manusia dalam membentuk karakter ruang. Diskusi mengetengahkan perbandingan gagasan dasar antara pola kehidupan yang deterministik dan posibilistik akan diletakkan dalam konteks relasi ruang dan budaya; pola pembauran budaya dan pergeseran orientasi kehidupan sebagai hasil dari proses keruangan; pemaknaan dan pencitraan ruang yang terkait dengan sistem dan nilai budaya lokal tertentu, perubahan-perubahannya, serta dampaknya terhadap terbentuknya berbagai pola keruangan aktivitas manusia.

– Mitchell, Don, 2003. Cultural Geography: A Critical Introduction. Blackwell, London.

– Koentjaraningrat, 1984. Kebudayaan Jawa. PT Rajawali, Jakarta.

– Michael Lipton, 1995. Why People Poor Stay Poor. John Willeys, London.

– Parsudi Soeparlan, 2004. Hubungan antar Suku Bangsa, YPIK, Jakarta.

– Michael R & A Phillip, 2000. Introduction to Political Sociology. Prentice Hall. London.

Kode: SCGE603905 (2 sks)

Mampu melakukan analisis keterkaitan antara karakteristik muka bumi, faktor-faktor lokasi, dan dinamika aktivitas ekonomi dalam berbagai skala ruang. Fokus diskusi akan diarahkan pada unsur-unsur ruang yang melandasi pembentukan sistem perekonomian, pengaruh faktor lokasi terhadap mekanisme/hukum ekonomi, serta saling keterkaitan dan saling ketergantungan antar aktivitas ekonomi dalam konteks keruangan. Diskusi juga akan membahas berbagai bentuk penerapan prinsip-prinsip dasar dari berbagai teori ekonomi keruangan baik yang beraliran klasik hingga kritis. Kasus-kasus mengenai dinamika ekonomi pada berbagai skala ruang (makro, meso, dan mikro) baik yang terkait dengan aktivitas ekonomi perkotaan, aktivitas ekonomi perdesaan, maupun hubungan antara keduanya akan diuraikan sebagai bahan diskusi utama. Mata ajar ini juga akan memberikan bekal kemampuan dalam hal penafsiran terhadap peta penggunaan tanah guna memperoleh gambaran mengenai lanskap sistem perekonomian suatu wilayah.

– Berry, B.J, E.C. Conkling, & D.M. Ray. (1997): Global Economy in Transition 2nd Edition. New Jersey: Prentice Hall International.

– Coe, N.M., P.F. Kelly, & H.C. Yeung (2007): Economic Geography: A Contemporary Introduction. Oxford: Blackwell Publishing.

Kode: SCGE603907 (2 sks)

Mampu melakukan analisis perubahan karakter permukaan bumi sebagai akibat dari perubahan pola-pola relasi keruangan antara berbagai gejala geografis dalam suatu rentang waktu yang panjang. Mata ajar ini akan mendiskusikan tentang pentingnya keterlibatan dimensi waktu untuk memahami proses-proses yang melatarbelakangi pembentukan dan perubahan karakter muka bumi. Pola-pola kehidupan masa lampau beserta kejadian-kejadian penting yang terjadi di dalamnya akan dirangkai secara spasial dan temporal guna memahami dampak kumulatifnya terhadap situasi masa kini dan memperkirakan kecenderungan di masa depan. Variasi keruangan mengenai perubahan pola relasi serta interaksi antara gejala-gejala fisik dan sosial sebagai akibat dari perkembangan peradaban dalam jangka waktu yang panjang (diakronik) akan menjadi salah satu topik diskusi pada mata ajar ini. Mata ajar ini juga akan menguraikan pendekatan guna menyusun rekonstruksi spasial perubahan dan perkembangan pola-pola kehidupan dalam suatu rentang waktu dengan menekankan pada pemahaman integratif terhadap dinamika kehidupan dalam suatu wilayah.

-Butlin, R.A. (1993): Historical Geography; Trough the Gates of Space and Time, Loughborough University of Technology, Arnold, London.

– Sandy, I.M. (1985): Republik Indonesia: Geografi Regional, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Indonesia dan Puri Margasari. Jakarta.

– Ricklefs, M.C. (2005): Sejarah Indonesis Modern 1200-2004. Serambi Ilmu Semesta, Jakarta.

– Soekmono, R. (1973) Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia, Penerbit Kanisus, Yogyakarta.

Kode: SCGE603903 (2 sks)

Mampu melakukan analisis keruangan terhadap proses dan pola pertumbuhan, persebaran, serta mobilitas penduduk dalam kaitannya dengan kondisi fisik dan sosial. Membahas tentang implikasi faktor-faktor geografis terhadap proses dan pola spasial pertumbuhan, persebaran, dan mobilitas penduduk. Selain itu dibahas pula tentang teori pertumbuhan penduduk serta pola distribusi dan mobilitas penduduk pada berbagai skala ruang. Mata ajar ini juga akan mengungkapkan berbagai pemikiran dan teori yang terkait dengan daya dukung lingkungan, migrasi, kebijakan dan program kependudukan yang terkait dengan gejala-gejala kependudukan seperti kualitas penduduk, tekanan penduduk, dan pengangguran.

– Clark, J.I. (1984): Geography and Population : Approaches and Application. Pergamon. New York.

– Golledge, R. & R.J Stimson (1992): Spatial Behaviour: A Geographical Perspective. John Wiley & Sons. New York.

– Plane, D.A. & P.E. Rogerson. (1994): The Geographical analysis of Population with Application to Planning.

Kode: SCGE603908 (2 sks)

Mampu melakukan analisis terhadap proses dan pola keruangan persebaran penyakit serta pelayanan kesehatan masyarakat sehubungan dengan karakteristik faktor fisik dan non fisik suatu wilayah. Pendekatan geografi untuk masalah kesehatan, ekologi penyakit, teknik dan metode pengukuran kesehatan, pola persebaran penyakit, difusi penyakit, penyakit dan perkembangan ekonomi, isu kesehatan global, SIG untuk perencanaan kesehatan, metode pemetaan, aplikasi geografi, isu kesehatan global.

 – Azwar, A. 1998. Pengantar Epidemiologi. Binarupa Aksara. Jakarta.

– Barton H & Catherine Tsourou. 2000. Healthy Urban Planning. Spon Press, London and New York.

– Pacione, M, 1986. Medical Geography: Progress and Prospect. Croom Helm. London.

– Lai PC, Fun-Mun So, Ka-Wing Chan, 2009. Spatial Epidemiological Approaches in Disease Mapping and Analysis. CRC Press, Yaylor and Francis Group, LLC.

– Waitt G, at al, 2000. Human Geography. Chapter Six (6). Pearson Education. Australia.

Kode: SCGE603909 (2 sks)

Mampu menjelaskan, megkaji dan menerapkan konsep pergerakan/mobilitas barang, jasa, dan manusia baik dari segi ekonomi maupun keruangan untuk kepentingan pembangunan wilayah. Prinsip transportasi, pendekatan geografis dalam kajian transportasi, konsep jarak, konsep daerah asal-tujuan, sumber dan jenis bangkitan pergerakan, distribusi pergerakan, ketersediaan dan pemilihan moda transportasi, sistem jaringan, perhitungan aksesibilitas, dampak kemajuan teknologi, manajemen dan pengembangan transportasi, transportasi dan pengembangan wilayah.

– Bannister, D. (1998): Transport Policy and Environment. John Wiley and Sons.New York.

– Grava, S. (2003): Urban Transportation Systems. McGraw-Hill. New York.

– Taffe, E.J. (1997). Geoography of Transportation. Second Edition. Prentice-Hall. London.

Kode: SCGE603910 (2 sks)

Mampu menjelaskan mengenai faktor produksi, faktor lokasi, konsep ekonomi keruangan, pengendalian lokasi industri, serta kebijakan dan strategi pembangunan industri dalam konteks keruangan. Mampu mengidentifikasi persebaran industri dan dampak lokasi industri pada suatu wilayah dan mampu melakukan evaluasi dan pendugaan dampak lokasi industri pada suatu wilayah. Membahas tentang konsep industri dalam geografi; faktor produksi dalam kegiatan industri; faktor lokasi dalam kegiatan industri; teori lokasi industri; orientasi industri, kebijakan lokasi industri; dampak lokasi industri terhadap lingkungan.

– Bale, J., (1984): The Location of Manufacturing Industry: Anintroduction Approach. Win King Tong Co.Ltd, Hongkong.

– Hayter, R. (1997): The Dynamics of Industrial Location: the factory, the firm and the production System. John Wiley & Sons. England.

– Smith, D, M. (1981): Industrial Location: an economic geographical analysis. John Wiley & Sons, Inc.Toronto.

Kode: SCGE603913 (2 sks)

Mampu melakukan analisis terhadap variasi keruangan aktivitas pertanian pada suatu wilayah, perubahannya, ser tafaktor-faktor yang melatar-belakanginya. Kegiatan pertanian dan usaha tani, system pertanian, karakteristik usaha tani, klasifikasi usaha tani, budidaya pertanian, pertanian lahan kering, pertanian lahan basah, faktor kendala usaha tani, teori sewa tanah, pertanian di wilayah tropis dan non-tropis, kegiatan pertanian dan pembangunan, strategi pengembangan pertanian.

– Grigg, D. (1984): An Introduction to Agricultural Geography. Routledge. London.

– Singh, J & S.S Dhillon (2004). Agricultural Geography Third Edition. McGraw-Hill Publishing. New Delhi.

– Sukanta,J. & F. Rahmawati. (2004): Geografi Pertanian, Suatu Pengantar. Departemen Geografi FMIPA-UI. Depok.

Kode: SCGE603914 (2 sks)

Mahasiswa mampu menerapkan prinsip-prinsip geografi dan teori ekonomi keruangan mikro dalam studi pemasaran yang berkaitan dengan karakteristik aktivitas ekonomi/produk, perilaku konsumen, serta potensi dan persaingan pasar pada suatu wilayah. Membahas tentang konsep pemasaran; perdagangan dan pemasaran; prinsip geografi dalam studi pemasaran; pendekatan ekonomi keruangan mikro; perilaku keruangan konsumen; faktor utama terjadinya transaksi; segmentasi pasar secara keruangan; persaingan pasar; daya dukung dan keberlanjutan pasar; teori siklus produk; teknik pengumpulan data; analisis potensi wilayah pasar.

– Golledge, R.G. & R.J. Stimson (1997): Spatial Behavior: A Geographic Perspective, The Guilford Press.

– Kottler, P, et.al. (2002): Marketing Asian Places, Attracting Investment, Industry, and Tourism to Cities, States and Nations. John Wiley & Sons, Singapore.

– Kottler, P. 1997. Marketing Management. Prentice Hall, New York.

– Sheppard, E. & T.J. Barnes. 2003. A Companion to Economic Geography. Blackwell. Oxford.

– Sitorus, P. 1997. Teori Lokasi Industri. Penerbit Trisakti. Jakarta.

– Widjaja, R.B., 2004. A Market-Driven Corporate Strategy. Tiara Pustaka. Jakarta.

Kode: SCGE603915 (2 sks)

Mampu mendeskripsikan dan menganalisis fenomena dan persebaran sumberdaya alam ataupun buatan yang memiliki karakteristik pariwisata serta mengapresiasi potensi sumberdaya tersebut untuk kepentingan kepariwisataan, baik dalam perspektif spasial maupun ekologis. Sistim spasial pariwisata, jenis dan motivasi wisatawan , sumberdaya geografi untuk pariwisata, pola spasial pariwisata Indonesia/dunia, konsep perencanaan pariwisata.

– Burton, R. 2000. Travel Geography. Pitman Publishing. USA.

– Gunn, C.A. 2002. Tourism Planning: Basics, Conceptes, Cases.. Routledge. London.

– Hall, C.M & S.J. Page. 1999. The Geography of Tourism and Recreation, Environment, Place, and Space 2nd Edition. Routledge. London & New York.

– Shaw, G. & A.M. Williams. 2002. Critical Issues in Tourism, A Geographical Perspective. Blackwell Publishers. Oxford.

Kode: SCGE604916 (2 sks)

Mahasiswa dapat memahami, menganalisis, dan menjelaskan dalam bentuk tulisan maupun lisan hasil kajian aspek-aspek geografi fisik dan sosial serta kaitan antara keduanya di wilayah Asia melalui pendekatan regional Konsep regionalisai Fisiografi Asia, bentang alam, iklim dan jenis tanah, sumberdaya alam, kegiatan ekonomi, transportasi, perdagangan, serta dampak globalisasi di wilayah Asia.

– Dixon, C. (1991): South East Asia in The World Economy. Cambridge University Press. Australia.

– Ginsburg N. (1984). The Pattern of Asia. Prentice Hall. New York.

– Rigg J. (1991): South East Asia, A Region in Transition. Unwin Hyman London.

– Shi, Qin. (1993): China Handbook. First Edition Beijing New Star.

– Tregear, A. (1976): A Geography of China. University of London Press. London Madison & Milwankee Methuen.

Kode: SCGE604917 (2 sks)

Mahasiswa dapat memahami, menganalisis, dan menjelaskan dalam bentuk tulisan maupun lisan hasil kajian aspek-aspek geografi fisik dan sosial serta kaitan antara keduanya di wilayah Australia melalui pendekatan regional. Fisiografi, bentang alam, iklim dan jenis tanah, sumberdaya alam, kegiatan ekonomi, transportasi, perdagangan serta dampak globalisasi di wilayah Australia.

– Anon. 2000. Geografi Regional Australia. International Education Program. Australia.

– Blij. H.J.De. 1992. Geography Regions and Concept. John Wiley & Sons. New York.

– Stimson, R.J.1982. Australian City. Longman Cheshire. Australia.

– Anon. 1978. Atlas of World Histrory. Penguin Books. London.

Kode: SCGE603925 (2 sks)

Mampu memformulasikan gagasan dasar penelitian pada ranah geografi manusia. Menyajikan dan membahas berbagai topik penelitian dalam beberapa tema kajian pada ranah geografi manusia. Diskusi akan diarahkan pada sejauh mana topik/tema penelitian tertentu memiliki relevansi dengan kecenderungan mutakhir baik dalam hal perkembangan ilmu maupun kehidupan masyarakat. Mata ajar ini juga akan mendiskusikan berbagai kemungkinan untuk memformulasikan gagasan penelitian yang original berlandaskan pada aliran pemikiran geografi manusia yang sesuai. Selain itu, formulasi gagasan penelitian juga akan mempertimbangkan keterkaitan topik penelitian tertentu dengan berbagai ide yang berasal dari ranah geografi fisik dan aplikasi SIG/PJ..

– Messenger, W.E & P.A. Taylor. 1988. Essential of Writing. Prentice-Hall Canada Inc. Ontario.

– Parsons, T. & P. Knight. 1995. How to Do Your Dissertation in Geography and Related Disciplines. Chapman & Hall. London.

– Sandy, I.M. 1977. Aturan Menulis dan Menulis dengan Aturan. Jurusan Geografi FMIPA Universitas Indonesia. Jakarta.

– Tim FMIPA-UI. 2001. Pedoman Penyusunan Skripsi. FMIPA Universitas Indonesia.