Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang GEOI Orienteering Nasional 2025, dua mahasiswa dari Program Studi Geologi FMIPA UI berhasil meraih Juara 1 dan Juara 2 pada kategori PERHIMAGI Open M (Laki-laki).
Ajang yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi “GEOI” Universitas Pakuan ini berlangsung pada Minggu, 20 Juli 2025, berlokasi di Komplek Perumahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Kedua mahasiswa tersebut merupakan anggota Himpunan Mahasiswa Geologi “Kaldera” UI, yaitu Andi Muhammad Husein Ramadhan Estetiono (Geologi 2022) sebagai Juara 1, dan Muhammad Zaedani (Geologi 2023) sebagai Juara 2.
Kompetisi orienteering ini tidak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga kemampuan utama seorang geologist di lapangan, seperti membaca kontur, menavigasi medan tanpa bantuan teknologi modern, serta membuat keputusan cepat berbasis peta dan kompas. Orienteering menjadi bentuk inovasi pendidikan lapangan yang mengintegrasikan olahraga, keterampilan geosains, serta kemampuan observasi dan orientasi di medan nyata.
Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk menyelesaikan lintasan dengan menemukan sejumlah titik kontrol tersembunyi menggunakan Sportident Card sebagai alat punching dan pencatat waktu. Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan terbaik menyelesaikan lintasan, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip fair play diantaranya, tidak bekerja sama, tidak mengikuti peserta lain, dan dilarang berkomunikasi navigasi selama lomba berlangsung.
Andi mengungkapkan kepada tim Humas FMIPA UI bahwa kemenangannya merupakan hasil dari kombinasi latihan fisik rutin, pendalaman navigasi darat melalui ulasan materi perkuliahan, dan strategi cerdas saat berlomba.
“Medannya cukup menantang, terdiri dari aspal, paving block, beton, dan tanah di area pemukiman padat seluas kurang lebih 3×4 km dengan kontur 2 meter dan total lintasan 3,6 km,” jelas Andi.
Salah satu strategi andalannya adalah memanfaatkan posisi matahari sebagai panduan arah untuk menyelesiaikan lintasan dengan lebih cepat.
“Karena penggunaan kompas saat berlari cukup menyulitkan, jadi saya menggunakan posisi matahari sebagai navigasi untuk menyelesaikan lintasan dengan lebih cepat dibanding peserta lain,” tambahnya.
Ketua Program Studi Geologi FMIPA UI, Reza Syahputra, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut “Capaian ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga mencerminkan komitmen dan kesiapan mahasiswa Geologi FMIPA UI dalam menghadapi tantangan medan, layaknya seorang geologist profesional. Lewat orienteering, mereka mengasah kepekaan terhadap bentuk lahan, kemampuan membaca peta, dan pengambilan keputusan cepat di lapangan,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Dekan FMIPA UI, Prof. Dede Djuhana, Ph.D. “Prestasi membanggakan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Geologi FMIPA UI tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga mampu mengaktualisasikan ilmu di medan nyata,” tuturnya.
“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika FMIPA UI untuk terus berkembang, aktif dalam kegiatan eksploratif, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu kebumian di Indonesia.” Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kolaboratif, ketangguhan, dan kecintaan terhadap ilmu kebumian mampu melahirkan prestasi yang tidak hanya membanggakan institusi, tetapi juga menginspirasi generasi muda geosaintis Indonesia.