Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) kembali mencatat prestasi membanggakan. Rafly Rezki Amir, mahasiswa Program Studi Fisika angkatan 2024, meraih Juara 1 National Essay Competition subkategori teknologi yang digelar Sentosa Foundation di Lombok, NTB, pada 10–13 Oktober 2025. Tidak hanya berhenti di kancah nasional, Rafly juga mengharumkan nama Indonesia setelah memenangkan kategori AI & Robotics sebagai Winner sekaligus Best Startup pada ajang internasional Singapore Week of Innovation and Technology (SWITCH) 2025 di Marina Bay Sands, Singapura, pada 29–31 Oktober 2025.
National Essay Competition Sentosa Foundation dikenal sebagai kompetisi ilmiah yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kampus di Indonesia. Rafly tampil sebagai juara berkat karya ilmiah berbasis riset yang mengangkat pengembangan algoritma kecerdasan buatan untuk isu teknologi dan lingkungan. Kemenangan Rafly berlanjut di tingkat internasional melalui partisipasinya di SWITCH 2025, forum inovasi global yang mempertemukan startup, peneliti, investor, dan pelaku industri teknologi dari lebih dari 150 negara. Dewan juri menilai karyanya unggul karena orisinal, inovatif, serta mampu menerjemahkan perkembangan AI ke dalam solusi yang relevan dan aplikatif.
“Saya ingin menunjukkan bahwa inovasi anak muda Indonesia bisa relevan dan kompetitif di level global.” Kata Rafly kepada Tim Humas FMIPA UI.
Tahun ini, acara tersebut diikuti lebih dari 300 startup dan ratusan pembicara ahli dari berbagai dunia. Dalam kompetisi pitching kategori AI & Robotics, Rafly unggul melalui inovasi yang dikembangkan startup miliknya, PT. Raftech Advanced Systems, termasuk prototipe sistem pertahanan udara berbasis kecerdasan buatan.
PT. Raftech Advanced Systems yang ia dirikan pada semester tiga berfokus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan dan robotika. Startup ini memiliki keunggulan berkat kerja sama dengan TNI AD, yang memungkinkan proses uji coba teknologi dilakukan langsung di lapangan sehingga menghasilkan produk yang lebih matang dan aplikatif. Rafly menyebut kolaborasi tersebut sebagai faktor penting yang memperkuat nilai inovasi Raftech.
Dalam perjalanan risetnya, Rafly dibimbing oleh Prof. Suprianto Prawiro, Kepala Fisika Medis Departemen Fisika UI. Sejumlah inovasi hasil pengembangan Rafly saat ini telah didaftarkan sebagai Hak Cipta, Hak Paten, hingga Patent Cooperation Treaty (PCT) melalui World Intellectual Property Organization (WIPO).
“Perjalanan riset ini mengajarkan saya bahwa konsistensi kecil setiap hari dapat berubah menjadi terobosan besar.” ujarnya.
Selain aktif dalam riset di bidang Fisika Instrumentasi Medis, kecerdasan buatan, dan robotika, Rafly juga memperluas aktivitas akademiknya melalui keterlibatan di Badan Pengawas Keuangan RI serta berbagai kegiatan organisasi di kampus. Menanggapi pencapaiannya, Rafly mengatakan bahwa kemenangan ini bukan hanya capaian pribadi, tetapi motivasi untuk terus menciptakan inovasi yang memberi dampak luas bagi masyarakat.
Dekan FMIPA UI, Prof. Dede Djuhana, Ph.D., menyampaikan apresiasinya atas pencapaian Rafly. Ia menegaskan bahwa prestasi ini membuktikan kualitas mahasiswa FMIPA UI yang mampu bersaing dalam ekosistem inovasi global yang kompetitif. Lebih jauh, keberhasilan Rafly menjadi bukti bahwa FMIPA UI siap melahirkan talenta unggul yang dibutuhkan untuk memperkuat kemajuan teknologi nasional dan mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045. Prestasi ini juga diharapkan dapat memantik semangat mahasiswa lain untuk terus mengembangkan karya dan inovasi.
“Prestasi Rafly membuktikan FMIPA UI mampu melahirkan talenta unggul untuk kemajuan teknologi Indonesia. dan tentunya keberhasilan ini semakin menambah deretan prestasi FMIPA UI di tingkat nasional maupun internasional.” ujar Prof. Dede.