Jawab Tantangan Energi Terbarukan, Doktor FMIPA UI Modifikasi Serat Sisal untuk Komposit Bilah Turbin Angin
July 3, 2025
Depok, 3 Juli 2025 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) kembali menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor di Aula Prof. Dr. G.A. Siwabessy, Kampus UI Depok. Dr. Ismadi berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Modifikasi Serat Sisal untuk Meningkatkan Karakteristik Fisik dan Mekanik Komposit Bilah Turbin Angin Skala Kecil”, di hadapan dewan penguji. berkat capaian akademik dan kontribusi ilmiahnya itu, Dr. Ismadi dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.
Dalam disertasinya, Doktor di bidang Ilmu Bahan-Bahan tersebut, menyoroti potensi serat alam khususnya serat sisal sebagai alternatif material penguat komposit, yang ramah lingkungan untuk bilah turbin angin skala kecil.
“Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak terhadap material energi terbarukan yang kuat, ringan, dan berkelanjutan seiring dengan target nasional Indonesia dalam bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025,” ujar Dr. Ismadi.
Melalui perlakuan khusus dengan larutan kimia dan pelapisan partikel mikroskopis, serat alami dari tanaman sisal berhasil dimodifikasi untuk menjadi lebih kuat dan tahan air. Ia menggunakan larutan pembersih berbasis soda (NaOH), dan menambahkan lapisan partikel titanium untuk memperbaiki struktur serat. Hasilnya, daya serap air pada serat turun hampir setengahnya, dan kekuatannya meningkat signifikan.
Bahan komposit yang dibuat dari serat sisal hasil modifikasi ini kemudian diuji untuk berbagai keperluan, salah satunya sebagai bilah turbin angin skala kecil.
“Saat diuji dengan berbagai komposisi dan dikombinasikan dengan serat kaca, material ini terbukti sangat kuat, elastis, serta memiliki daya tahan benturan yang tinggi. Selain itu, material ini juga tidak mudah menyerap air dan tidak berubah bentuk, yang penting agar turbin bisa berfungsi optimal di berbagai kondisi cuaca,” kata Dr. Ismadi menjelaskan alasan pemilihan material komposit dari serat sisal dalam pengembangan turbin angin generasi terbaru.
Serat sisal, yang berasal dari tanaman tropis, menurut Dr. Ismadi, memiliki banyak keunggulan dibanding bahan buatan seperti serat kaca atau karbon. Selain ringan dan kuat, serat ini juga ramah lingkungan karena berasal dari sumber daya alam yang terbarukan. Kelemahan alami serat ini yaitu tidak mudah menyatu dengan bahan dasar lainnya berhasil diatasi dengan teknik pelapisan partikel titanium, menjadikannya bahan alternatif yang sangat menjanjikan untuk teknologi energi terbarukan.
Sidang terbuka ini dipimpin oleh Prof. Dr. rer. nat. Budiawan, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Kemahasiswaan FMIPA UI. Bertindak sebagai promotor adalah Prof. Dra. Ariadne L. Juwono, M.Eng., Ph.D dari Departemen Fisika FMIPA UI, dan Dr. Sasa Sofyan Munawar, S.Hut., M.P. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai kopromotor.
Prof. Ariadne selaku promotor menyampaikan “Penelitian ini tidak hanya memberikan solusi yang berdampak pada peningkatan kinerja bilah turbin angin, tetapi juga mendukung visi transisi energi bersih Indonesia serta pengembangan material hijau berbasis sumber daya lokal.”
Ia berharap penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut ke dalam skala industri untuk memperkuat kemandirian nasional dalam sektor energi terbarukan, khususnya dalam pemanfaatan potensi angin di wilayah timur Indonesia seperti Nusa Tenggara dan Sulawesi.
FMIPA UI kembali berpartisipasi dalam salah satu kegiatan tahunan yang diselenggarakan Universitas Indonesia, yaitu UI Open Days. Kegiatan yang telah dilaksanakan untuk ke delapan kalinya ini berlangsung selama 2 hari,
On March 4th 2020 Prof. Ryota Nagasawa, P.hD from Department of Life and Environmental Agricultural Sciences, Tottori University Japan conducted a guest lecture on Remote Sensing for Geography or Landscape
Dua tim mahasiswa departemen matematika FMIPA UI yang terdiri dari dua orang di masing-masing tim torehkan prestasi dalam kompetisi matematika tingkat nasional, yakni kompetisi Lomba dan Seminar Matematika (LSM) XXVIII