Inovasi Unggulan FMIPA UI Meriahkan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2025

August 12, 2025

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) memamerkan sejumlah inovasi riset unggulan dalam ajang Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2025 yang berlangsung di Sasana Budaya Ganesha, Institut Teknologi Bandung, pada 7–9 Agustus 2025.

KSTI 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini dibuka secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa riset dan inovasi harus menjadi fondasi transformasi ekonomi nasional.

“KSTI 2025 diharapkan menjadi titik temu yang menginspirasi seluruh pemangku kepentingan. Ini menjadi penanda penting bahwa agenda riset dan inovasi merupakan kepentingan semua pihak dalam membangun masa depan bangsa yang lebih berdaulat dan berdaya saing,” ujar Prabowo.

FMIPA UI tampil sebagai salah satu peserta inovatif dalam ajang KSTI 2025 dengan menghadirkan berbagai inovasi yang menjawab tantangan nasional maupun global. Salah satu karya unggulannya adalah RPMO (Refined Palm Mono-Olein) hasil riset Prof. Dr. rer.nat. Budiawan. RPMO merupakan inovasi minyak sawit non-CPO yang lebih sehat dan ramah lingkungan, karena kaya asam lemak tak jenuh dan diformulasikan untuk membantu pencegahan stunting melalui peningkatan asupan gizi mikro. Proses produksinya pun dirancang minim limbah dan hemat energi, menjadikannya solusi pangan yang berkelanjutan.

Melengkapi inovasi di bidang pangan, FMIPA UI juga menghadirkan solusi di sektor energi bersih melalui riset Prof. Dr. Ivandini Tribidasari Anggraningrum, S.Si., M.Si., yaitu material katalis NiCo@NiO berpori untuk sel bahan bakar amonia. Katalis ini berbasis logam transisi dengan struktur pori aktif yang mampu mengonversi amonia menjadi energi secara efisien. Dengan ketahanan terhadap korosi dan performa tinggi, material ini membuka peluang besar bagi pengembangan teknologi energi bebas karbon di masa depan.

Di bidang mitigasi bencana dan pengelolaan lingkungan, Dr. Eng. Supriyanto, M.Sc. memperkenalkan “Si Cuhal” (Sistem Cerdas untuk Curah Hujan Lokal), yakni sistem pemantau dan prediksi curah hujan berbasis Internet of Things (IoT) dan machine learning. Inovasi ini memungkinkan pemantauan curah hujan secara real-time, sehingga sangat bermanfaat dalam upaya mitigasi banjir, pengelolaan irigasi pertanian, dan pemanfaatan sumber daya air secara adaptif di daerah rawan cuaca ekstrem.

Sementara itu, untuk mendukung riset kelautan dan pembangunan pesisir, Dr. Eng. Masita Dwi Mandini Manessa, S.Si., M.Si., M.Eng. mengembangkan Shallow Water Mapper, sebuah sistem pemetaan laut dangkal berbasis citra satelit dan algoritma digital. Teknologi ini memungkinkan pemetaan wilayah perairan yang sulit dijangkau dengan kapal survei konvensional, dengan presisi tinggi, minim resiko, dan biaya efisien. Alat ini sangat relevan untuk konservasi ekosistem pesisir, pembangunan infrastruktur maritim, dan penelitian kelautan yang berkelanjutan.

Dekan FMIPA UI, Prof. Dede Djuhana, Ph.D., menilai keikutsertaan FMIPA UI di KSTI merupakan bentuk nyata kontribusi institusi akademik dalam menyelesaikan persoalan bangsa melalui hasil riset yang berdampak.

“Kehadiran inovasi-inovasi ini menunjukkan komitmen kami untuk menghadirkan riset yang relevan dan berdampak langsung pada masyarakat,” ujarnya.

Prof. Dede juga menyebut bahwa masih banyak hasil riset lain dari FMIPA UI yang belum dapat ditampilkan karena keterbatasan ruang, namun inovasi yang hadir dinilai cukup mewakili semangat dan kualitas riset yang dikembangkan.

Selain memamerkan produk inovatif, empat peneliti FMIPA UI juga dipercaya sebagai pembicara kunci dalam forum utama KSTI 2025. Prof. Dr. Ivandini Tribidasari Anggraningrum membahas pengembangan nanomaterial nasional; Prof. Dr. Vivi Fauzia memaparkan strategi pemanfaatan material maju untuk energi baru dan terbarukan; Munawar Khalil, Ph.D., menyampaikan topik tentang arah kebijakan nasional di bidang material dan manufaktur; sementara Prof. Dr. Sumi Hudiyono menjadi penelis di bidang pangan dan kesehatan.

FMIPA UI turut mengirimkan deretan peneliti dengan H-index di atas 15 dari berbagai departemen. Dari Departemen Matematika, hadir Prof. Alhadi Bustamam, S.Si., M.Kom., Ph.D. Dari Departemen Fisika, tampak hadir Prof. Dr. Azwar Manaf, M.Met.; Prof. Dr. Vivi Fauzia, S.Si., M.Si.; serta Januar Widakdo, S.Si., M.Sc., Ph.D., CertDA.

Selanjutnya, dari Departemen Kimia, hadir Prof. Dr. Sumi Hudiyono, PWS; Prof. Dr. Ivandini Tribidasari Anggraningrum, S.Si., M.Si.; Prof. Yuni Krisyuningsih Krisnandi, S.Si., M.Sc., Ph.D.; Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc.; dan Munawar Khalil, S.Si., M.Eng.Sc., Ph.D. Sementara itu, dari Departemen Biologi diwakili oleh Prof. Anom Bowolaksono, Ph.D.

Para peneliti FMIPA UI bergabung bersama lebih dari 2.200 peserta lainnya yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk 1.066 peneliti STEM terpilih dari seluruh Indonesia, 401 rektor dan wakil rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, 351 dosen STEM dari Jawa Barat dan Jakarta, 171 mahasiswa doktoral, 26 diaspora, 150 guru besar dan anggota senat ITB, serta perwakilan dari 18 kementerian dan lembaga, 15 BUMN dan anak perusahaannya, dan 54 industri yang memiliki kemitraan riset dengan perguruan tinggi.

Kehadiran FMIPA UI dalam KSTI 2025 memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam strategi pembangunan nasional yang berkelanjutan dan kompetitif.

Bagikan ini ke:
Berita Lainnya
Berita

General Lecture by Prof. Ryota Nagasawa

On March 4th 2020 Prof. Ryota Nagasawa, P.hD from Department of Life and Environmental Agricultural Sciences, Tottori University Japan conducted a guest lecture on Remote Sensing for Geography or Landscape