FMIPA UI Luncurkan Modul Edukasi Laut: Inovasi Teknologi dan Potensi Pesisir untuk Masa Depan Berkelanjutan
August 21, 2025
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melalui tim SustainaBlue resmi memperkenalkan modul pembelajaran daring bertajuk “Teknologi Laut dan Potensi Hayati Pesisir”, pada Jumat (15/8/2025) di Gedung Laboratorium Riset Multidisiplin Pertamina FMIPA UI.
Modul ini merupakan bagian dari pengembangan online course SustainaBlue yang dapat diakses oleh perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia, serta menjadi bagian penting dari upaya mendorong ekonomi biru (blue economy) dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.
“Dengan online course ini, mahasiswa dan civitas akademika di FMIPA UI dapat mempelajari penerapan bioteknologi pada sumber daya laut dan pesisir secara berkelanjutan. Teknologi seperti GIS dan omics dapat dimanfaatkan untuk pemetaan sumber daya, sekaligus mengkaji tantangan ekologis, sosial, dan ekonomi yang muncul. Semua itu dilakukan dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan, etika, dan inklusivitas,” ujar Prof. dr. rer. nat. Mufti Petala Patria, M.Sc., Project Manager SustainaBlue FMIPA UI.
Modul ini ditujukan tidak hanya untuk kalangan akademisi, tetapi juga untuk sektor swasta dan organisasi non-pemerintah (LSM) yang bergerak di bidang kelautan dan lingkungan. Selain UI, proyek SustainaBlue juga menghadirkan berbagai topik menarik dari mitra perguruan tinggi lainnya, seperti “Perikanan Berkelanjutan” oleh ITS, “Kesehatan Laut & Ekosistem” oleh USM, dan “Sampah Laut” oleh UMT.
Dalam kegiatan sosialisasi ini, FMIPA UI juga memperkenalkan website resmi program di https://sustainablue-project.eu/id/. Platform ini menjadi pusat informasi untuk mengakses materi pembelajaran, peluang kerja, program magang, mobilitas akademik, hingga kegiatan kolaboratif dalam pengembangan ekonomi biru.
Acara sosialisasi yang bertajuk Info Event 2 SustainaBlue ini diikuti oleh 57 peserta dari berbagai kalangan, termasuk dosen, laboran, mahasiswa S1 dan S2 FMIPA UI, perwakilan sektor swasta dari PT Ecosains Hayati dan PT Pandu Anugerah Analitika, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian pada isu lingkungan laut.
FMIPA UI turut menekankan pentingnya penguatan kapasitas masyarakat pesisir melalui pengembangan kurikulum yang relevan, kegiatan pengabdian masyarakat, dan peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem laut demi keberlanjutan sumber daya hayati Indonesia.
Program SustainaBlue sendiri merupakan kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia yang didanai oleh Uni Eropa, dengan melibatkan universitas dan lembaga dari Indonesia, Malaysia, Yunani, dan Cyprus. Mitra internasional yang turut ambil bagian antara lain University of the Aegean, University of Cyprus, Symplexis, AEGEAN Rebreath, Center for Social Innovation (CSI), dan Malaysia Aquaculture Development Association.
Di punggung perbukitan Cianjur, Jawa Barat, Gunung Padang berdiri senyap namun terus mengundang tanya. Situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara ini seolah menyimpan cerita yang belum selesai dituturkan. Selama lebih
Dusun Klepo, Kabupaten Kulon Progo, dikenal sebagai wilayah berbukit dengan risiko longsor tinggi, terutama saat musim hujan. Menyadari pentingnya kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana, mahasiswa Program Studi Geologi dan Geofisika
Bentang perbukitan hijau, gemericik air terjun, dan jejak budaya lokal menjadi bagian dari lanskap keseharian Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Potensi alam dan budaya tersebut kini mulai dipetakan secara