FMIPA UI Hadirkan Teknologi Si-Cuhal untuk Pertanian Berkelanjutan di Desa Wonokitri

July 24, 2025

Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) yang diketuai oleh Dr. Eng. Supriyanto, melakukan pemasangan dua unit alat Si-Cuhal (Sistem Informasi Curah Hujan Lokal) di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pemasangan ini dilakukan pada Kamis (17/7) sebagai upaya mendukung keberlanjutan pertanian edelweis dan memperkuat sistem mitigasi bencana tanah longsor di kawasan pegunungan tersebut.

Desa Wonokitri, yang berada di lereng Gunung Bromo, dikenal sebagai kawasan strategis dengan potensi tinggi di sektor pertanian dan pariwisata berbasis ekosistem alam. Tanaman edelweis merupakan komoditas unggulan desa ini, namun tingginya intensitas curah hujan kerap memicu risiko tanah longsor yang mengancam pertanian dan keselamatan warga.

Melihat urgensi tersebut, Tim FMIPA UI menghadirkan inovasi teknologi tepat guna melalui pemasangan alat pemantau curah hujan berbasis digital. “Alat ini dikembangkan untuk memberikan peringatan dini terhadap potensi longsor berdasarkan data curah hujan. Selain itu, alat ini juga dapat membantu petani dalam menentukan masa tanam dan waktu penyiraman yang optimal,” ujar Dr. Supriyanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Geofisika FMIPA UI.

Alat Si-Cuhal yang dipasang dilengkapi dengan sensor presipitasi yang terhubung ke platform digital berbasis internet. Teknologi ini memungkinkan masyarakat dan aparat desa memantau kondisi cuaca secara real-time melalui gawai masing-masing. Data yang terkumpul tak hanya berguna dalam upaya mitigasi bencana, tetapi juga memberi manfaat praktis bagi sektor pertanian lokal.

“Harapannya, ini bisa mengurangi risiko gagal panen edelweis akibat hujan berlebihan sekaligus meminimalkan dampak bencana alam,” tambah Dr. Supriyanto.

Kepala Desa Wonokitri, Bapak Slamet Hariyadi, menyambut positif program ini. “Kami berterima kasih kepada UI atas bantuan alat dan pendampingannya. Ini sangat bermanfaat untuk pertanian dan keselamatan warga,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Genera-Z Berbakti BCA 2025. Dalam program ini, Tim SAVANA, yang terdiri dari sembilan mahasiswa lintas fakultas UI, termasuk di antaranya Abhi Tri Muda Sumarmo mahasiswa Geografi angkatan 2023 FMIPA UI terpilih sebagai pemenang untuk kategori Desa Wisata Edelweis Wonokitri. Tim SAVANA mengusung lima program utama pengmas, salah satunya adalah program mitigasi bencana tanah longsor.

Sebagai tindak lanjut, Tim SAVANA akan menyelenggarakan kegiatan edukasi kepada masyarakat Desa Wonokitri terkait mitigasi bencana dan penggunaan alat Si-Cuhal. Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada acara Grand Closing Genera-Z Berbakti yang akan digelar pada Senin (28/7).

Melalui kegiatan ini, FMIPA UI menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan pembangunan di daerah rawan bencana melalui pendekatan riset berbasis masyarakat dan kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi erat antara akademisi dan masyarakat diyakini menjadi kunci dalam menciptakan solusi inovatif yang berkelanjutan.

Bagikan ini ke:
Berita Lainnya
Berita

General Lecture by Prof. Ryota Nagasawa

On March 4th 2020 Prof. Ryota Nagasawa, P.hD from Department of Life and Environmental Agricultural Sciences, Tottori University Japan conducted a guest lecture on Remote Sensing for Geography or Landscape