Dr. Samsul Hafiz Hadirkan Inovasi Penyeimbang Tegangan Baterai sebagai Solusi Efektif dan Efisien untuk Kendaraan Listrik

July 4, 2025

Ketidakseimbangan tegangan antar sel baterai merupakan salah satu masalah teknis krusial dalam pengembangan kendaraan listrik. Masalah ini tidak hanya berdampak pada penurunan efisiensi dan usia pakai baterai, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan seperti panas berlebih yang dapat menyebabkan kerusakan atau kebakaran.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Samsul Hafiz, Doktor baru dari Program Studi Ilmu Fisika, menggagas sebuah inovasi sistem penyeimbang tegangan baterai yang lebih cepat dan efisien, tanpa menambah kompleksitas rangkaian atau sistem kontrol yang ada.

Inovasi ini dituangkan dalam disertasinya yang berjudul “Metode Penyeimbang Tegangan Baterai Berbasis Parallel Switched Capacitor: Open Circuit Voltage”, yang menjadi kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi baterai untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi lainnya.

“Penelitian ini berfokus pada modifikasi struktur parallel switched capacitor (PSC) konvensional menjadi PSC-usulan, yaitu sebuah rancangan baru yang tidak memerlukan penambahan komponen atau modifikasi sinyal kendali. Keunggulan utama dari PSC-usulan adalah kemampuannya meningkatkan kecepatan dan efisiensi penyeimbangan tegangan antar sel baterai,” ujar Dr. Samsul Hafiz dalam presentasinya pada Sidang Terbuka Promosi Doktor yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) pada Jumat (4/7), di Aula Prof. Dr. G.A. Siwabessy, FMIPA UI, Depok.

Sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. rer. nat. Budiawan, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Kemahasiswaan FMIPA UI, dengan tim pembimbing yang terdiri dari Dr. Budhy Kurniawan R. sebagai promotor, Drs. Sastra Kusuma Wijaya, Ph.D. sebagai ko-promotor 1, dan Dr. Edi Kurniawan, S.T., M.Eng. dari Pusat Riset Fotonika (BRIN) sebagai ko-promotor 2. Sebagai pengakuan atas kontribusinya tersebut, Dr. Samsul Hafiz meraih predikat cumlaude.

Berdasarkan analisis rangkaian terhadap enam sel baterai dengan kondisi awal tidak seimbang, PSC-usulan menunjukkan potensi peningkatan kecepatan hingga lima kali dibandingkan basic switched capacitor (BSC) dan 2,5 kali dibandingkan PSC-konvensional.

Hasil simulasi menggunakan MATLAB Simulink pada tujuh skenario ketidakseimbangan mengonfirmasi peningkatan kecepatan hingga 6,3 kali dibanding BSC dan 3,2 kali dibanding PSC-konvensional. Dari sisi efisiensi, PSC-usulan juga menunjukkan performa unggul dengan peningkatan antara 3,44% hingga 7,50% dibanding PSC-konvensional, serta efisiensi yang lebih stabil dan konsisten dibanding BSC, terutama pada skenario ketidakseimbangan posisi sel yang ekstrem.

“Inovasi ini menjadi sangat relevan dalam konteks transisi global menuju energi bersih, di mana kendaraan listrik menjadi solusi utama untuk mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil,” imbuhnya.

Teknologi baterai, khususnya baterai lithium-ion, memegang peran sentral dalam keberhasilan kendaraan listrik, dan sistem manajemen baterai (Battery Management System/BMS) menjadi komponen vital untuk memastikan kinerja, efisiensi, dan keselamatan baterai.

PSC-usulan yang dikembangkan dalam penelitian ini menawarkan pendekatan yang efisien dan praktis untuk mendukung BMS masa depan, khususnya dalam aplikasi dengan jumlah sel besar seperti kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi skala besar.

Bagikan ini ke:
Berita Lainnya
Berita

General Lecture by Prof. Ryota Nagasawa

On March 4th 2020 Prof. Ryota Nagasawa, P.hD from Department of Life and Environmental Agricultural Sciences, Tottori University Japan conducted a guest lecture on Remote Sensing for Geography or Landscape