Depok, 6 Maret 2026 — Upaya memperkuat industri ekonomi biru di Indonesia terus didorong melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melalui Sustainable Blue Economy Center Universitas Indonesia (SBEC UI) menjajaki kerja sama riset dan pengembangan teknologi kelautan dengan Balai Besar Pengujian dan Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP).
Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di kantor BBP3KP pada Selasa (24/2/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem inovasi serta pengembangan sumber daya manusia di sektor ekonomi kelautan.
Tim SBEC UI yang hadir pada pertemuan tersebut antara lain Kepala SBEC UI Prof. Dr. rer. nat. Mufti Petala Patria, Wakil Kepala SBEC UI Dr. Retno Lestari, M.Si., dan sejumlah anggota tim. Audiensi ini juga melibatkan mitra industri dari Pandu Holding Company, yang diwakili oleh Fajar R. Budiman.
Rombongan disambut oleh Kepala BBP3KP Dr. Rahmadi Sunoko, S.Pi., M.Sc., beserta jajaran yang memaparkan berbagai program inovasi yang tengah dikembangkan, khususnya yang berfokus pada hilirisasi produk kelautan dan perikanan.

Kolaborasi ini menjadi semakin relevan di tengah potensi besar sektor kelautan Indonesia. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor kelautan pada 2025 meningkat dari Rp2.208,21 miliar menjadi Rp2.227,31 miliar. Produksi perikanan nasional juga mencapai 18,64 juta ton atau meningkat sekitar 2,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor kelautan pada triwulan III 2025 tercatat sebesar 2,23 persen, masih lebih rendah dibandingkan capaian 2023 yang mencapai 6,78 persen. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya peluang untuk memperkuat sektor ekonomi biru melalui inovasi teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam kerja sama ini, SBEC UI akan menjalankan sejumlah program pengembangan talenta muda. Salah satunya adalah program magang mahasiswa di BBP3KP yang memungkinkan mahasiswa FMIPA UI memperoleh pengalaman langsung di lembaga pemerintah yang bergerak di bidang pengujian dan pengembangan produk kelautan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan kerja lulusan sekaligus membuka peluang karier di sektor industri kelautan maupun pemerintahan.

Selain itu, SBEC UI juga menyiapkan program e-mentoring yang ditujukan bagi wirausahawan muda di bidang ekonomi biru, termasuk mahasiswa, lulusan baru, dan masyarakat umum. Program ini dirancang untuk memberikan pendampingan praktis terkait pengembangan bisnis berbasis sumber daya kelautan.
Di bidang teknologi, BBP3KP memaparkan sejumlah inovasi yang telah dikembangkan, di antaranya mesin pembuat beras analog dan mesin pengupas kulit ikan.
Mesin pembuat beras analog memungkinkan pencampuran berbagai bahan untuk menghasilkan beras alternatif. Salah satu produk yang diperkenalkan adalah beras analog berbahan beras menir dan rumput laut, yang memanfaatkan bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan sekaligus mengoptimalkan potensi hasil laut.
Sementara itu, mesin pengupas kulit ikan dirancang untuk memotong kulit ikan secara presisi dan efisien, sehingga dapat membantu pelaku usaha pengolahan ikan maupun restoran seafood meningkatkan produktivitas.
Kolaborasi ini juga mencakup program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemanfaatan limbah budidaya perikanan. Salah satu rencana kegiatan adalah pengolahan limbah tambak udang menjadi produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Wakil Kepala SBEC UI Retno Lestari mengatakan kerja sama dengan BBP3KP diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri ekonomi biru.
“Suatu kehormatan bagi kami untuk melaksanakan audiensi dengan BBP3KP. Semoga rencana kolaborasi ini dapat memaksimalkan potensi mahasiswa, terutama dalam industri ekonomi biru di masa mendatang,” ujar Retno.
Sementara itu, Kepala BBP3KP Rahmadi Sunoko berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal kerja sama yang lebih luas antara kedua institusi.
“Semoga setelah audiensi ini, BBP3KP dan Universitas Indonesia dapat menjalin kerja sama, terutama dalam riset pengembangan ekonomi kelautan,” katanya.
Usai pertemuan, tim SBEC UI juga meninjau langsung sejumlah teknologi yang dikembangkan BBP3KP, termasuk mesin pengupas kulit ikan dan mesin pembuat beras analog.
Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berharap inovasi yang dihasilkan dapat mendorong pengembangan industri kelautan sekaligus mencetak sumber daya manusia yang siap berkontribusi dalam kemajuan ekonomi biru di Indonesia.


