Depok, 18 September 2025 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melalui Departemen Kimia bekerja sama dengan PT SIG Laboratory sukses menyelenggarakan Halal Analytical Forum 2025 bertajuk “Metode Pengujian Berbasis SNI & Implementasinya Untuk Industri Pangan: Mendukung Visi Indonesia Sebagai Pusat Produksi Halal Global”, pada Kamis, 18 September 2025, di Prof. Dr. Ir. Soemantri Brodjonegoro, Kampus FMIPA UI, Depok.
Forum ini menghadirkan narasumber dari berbagai pemangku kepentingan penting dalam ekosistem halal nasional, antara lain Dr. Ir. Ahmad Haikal Hasan, S.Kom., M.MT (Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal RI), Dr. apt. Catur Jatmika (Universitas Indonesia Halal Center), dan Dwi Yulianto Laksono (General Manager SIG Laboratory).
Acara dibuka dengan sambutan dari para pemimpin institusi, yaitu Prof. Dede Djuhana, M.Si., Ph.D. (Dekan FMIPA UI), Dr. M. Edi Premono (Direktur Utama SIG Laboratory), dan Asep Saefumillah, S.Si., M.Si., Ph.D. (Ketua Departemen Kimia UI). Ketiganya menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem pengujian halal yang terstandarisasi, akurat, dan diakui secara nasional maupun global.

Dalam sambutannya, Prof. Dede Djuhana menekankan bahwa forum ini tidak hanya relevan bagi kalangan akademik, namun juga sangat strategis bagi industri dan masyarakat luas.
“Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab sekaligus peluang besar untuk menjadi pusat produksi halal global. Untuk mewujudkan visi tersebut, kita membutuhkan standardisasi, metode pengujian yang akurat, valid, dan terpercaya, serta dukungan dari lembaga akademik, industri, regulator, dan masyarakat,” ujar Prof. Dede.
Lebih lanjut, Prof. Dede menambahkan bahwa FMIPA UI, dengan keunggulan di bidang sains seperti kimia, biologi, dan ilmu analisis, memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung riset dan inovasi dalam pengujian halal.
“Melalui kerja sama dengan PT SIG Laboratory, forum ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas laboratorium, pengembangan metode berbasis SNI, serta sebagai wadah transfer pengetahuan antara akademisi dan praktisi industri,” tutupnya.
Halal Analytical Forum 2025 menjadi bagian dari upaya strategis untuk membangun ekosistem halal nasional yang kuat, berbasis ilmu pengetahuan, dan sesuai dengan standar internasional, sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai pusat produksi halal global yang diakui dunia.


