Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melalui Data Science Center melakukan kunjungan akademik ke Department of Econometrics & Business Statistics, School of Business, Monash University Malaysia, di Bandar Sunway, Malaysia, pada Jumat (10/10/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki peluang kerja sama riset di bidang data science, statistika bisnis, dan ekonometrika.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya FMIPA UI dalam memperluas jaringan kolaborasi internasional sekaligus memperkuat posisi institusi dalam pengembangan riset lintas disiplin yang berdampak luas, baik di ranah akademik maupun sosial.
Pertemuan tersebut menjadi ajang diskusi terbuka antara delegasi FMIPA UI dan tim dari Monash University Malaysia. Salah satu fokus utama pembahasan adalah potensi kolaborasi dalam riset deteksi dini Autism Spectrum Disorder (ASD) menggunakan pendekatan deep learning.
Dalam diskusi awal, kedua belah pihak membicarakan rencana pengumpulan dan analisis data, termasuk dukungan teknis dari tim Monash dalam pengolahan data statistik dan pengembangan model prediktif. FMIPA UI juga menyatakan kesiapannya untuk menangani proses perizinan etik (ethical clearance) jika kerja sama tersebut dilanjutkan.
Dari pihak FMIPA UI hadir Prof. Dr. Dra. Titin Siswantining, DEA (Statistika), Dr. Retno Lestari, M.Si (Biologi), Devvi Sarwinda, S.Si., M.Kom. (Matematika), serta sejumlah staf dari Data Science Center. Sementara dari Monash University Malaysia, turut hadir Ts. Dr. Mogana Darshini Ganggayah sebagai tuan rumah, Prof. Erniel Bayhon Barrios selaku Kepala Departemen, Dr. Lee How Chinh, dan Dr. Nazirul Hazim A. Khalim.
Sebagai tindak lanjut, kedua institusi sepakat untuk memformalkan rencana kolaborasi ini melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Draft MoU dijadwalkan akan disusun oleh pihak Monash dalam waktu dekat.
Prof. Titin Siswantining menyambut positif pertemuan ini sebagai langkah awal yang strategis. “Diskusinya sangat terbuka dan penuh semangat kolaboratif. Banyak ide potensial yang bisa dikembangkan menjadi riset nyata, termasuk publikasi ilmiah yang memperkuat posisi FMIPA UI di tingkat global,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Prof. Erniel Bayhon Barrios. Ia mengungkapkan antusiasme terhadap potensi kerja sama yang dibangun. “Ide-ide dari tim FMIPA UI sangat sejalan dengan fokus riset kami. Kami berharap inisiatif ini bisa berkembang ke proyek-proyek lintas disiplin lainnya, tidak terbatas pada isu autisme saja,” katanya.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pengembangan riset bersama yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan zaman.


