Kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi tempat tinggal baru bagi masyarakat, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) hadir di tengah masyarakat transmigrasi dengan pendekatan riset yang aplikatif dan berbasis kebutuhan nyata.
Tim Ekspedisi Patriot FMIPA UI melakukan penelitian intensif di Kawasan Transmigrasi Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo, Jambi. Penelitian yang dilakukan selama empat bulan ini menitikberatkan pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat serta pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Melalui survei lokasi, dialog, pendampingan langsung, hingga Focus Group Discussion (FGD) bersama pemerintah daerah, tim berusaha memahami secara komprehensif kebutuhan masyarakat transmigrasi.

Hasil penelitian tersebut dipresentasikan langsung oleh Prof. Dr. Dewi Susiloningtyas, S.Si., M.Si., dari Departemen Geografi FMIPA UI, kepada Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanegara, pada 15 November 2025 di Kantor Kementerian Transmigrasi RI. Prof. Dewi memimpin tim yang terdiri dari Nurzakiah Aulia Burhanuddin (Mahasiswa Geografi FMIPA UI), Sintia Cahya Rahayu (Mahasiswa Peternakan Universitas Padjadjaran), Zakia Khairunnisa (Alumni Geografi FMIPA UI), dan Mutmainnah (Alumni Ilmu Perpustakaan FIB UI).
“Melalui Ekspedisi Patriot, FMIPA UI memastikan riset kami benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat transmigrasi. Kami menghadirkan solusi aplikatif, berbasis data lapangan, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Prof. Dewi.
Menteri Transmigrasi menyambut hangat dan memberikan apresiasi terhadap laporan yang dipresentasikan tim.
“Apa yang dilakukan FMIPA UI menunjukkan bahwa riset perguruan tinggi bisa hadir nyata di tengah masyarakat. Laporan dan rekomendasi yang disampaikan sangat relevan dan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan transmigrasi, khususnya pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan,” ujar Menteri M. Iftitah.

Ia menekankan bahwa pendekatan berbasis riset dan pendampingan masyarakat seperti yang dilakukan FMIPA UI sejalan dengan arah pembangunan kawasan transmigrasi nasional yang berkelanjutan dan inklusif.
Selain penelitian, tim juga memberikan pelatihan langsung bagi masyarakat. Kegiatan ini mencakup manajemen nutrisi dan perawatan kebun kelapa sawit berbasis peta, inovasi pemanfaatan limbah cangkang sawit, hingga pembuatan pupuk organik dari pelepah kelapa sawit. Pelatihan ini dibimbing oleh alumni FMIPA UI yang kini berkiprah di sektor industri, yaitu Muhammad Reihan Adilla, S.Si., Salsabila Freya, S.Si., dan Tiara Ade Lina. Dengan keterampilan ini, masyarakat transmigrasi dapat meningkatkan kesuburan tanah sekaligus menekan biaya produksi perkebunan.

Kolaborasi lintas perguruan tinggi juga menjadi salah satu kunci keberhasilan program ini. Tim Ekspedisi Patriot yang melibatkan mahasiswa dan alumni dari FMIPA UI, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Padjadjaran (Unpad) menunjukkan bahwa pengembangan kawasan transmigrasi dapat diperkuat melalui sinergi ilmu pengetahuan dan praktik nyata di lapangan.
Dengan pendekatan riset yang komprehensif, pelatihan berbasis kebutuhan masyarakat, serta apresiasi dari Menteri Transmigrasi, FMIPA UI membuktikan bahwa perguruan tinggi bisa hadir nyata di tengah masyarakat. Upaya ini tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan, tetapi juga membuka peluang bagi pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di kawasan transmigrasi.



